Menghiasi Jalan Dengan Jualan Buah Dan Sayur-Sayuran

Menyusuri jalan poros Polewali-Mamasa, tepatnya di Desa Kelapa Dua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Nampak berjejer lapak, tempat berbagai macam jenis buah disuguhkan.

Jajakan buah segar tersebut terkadang menjadi pemandangan tersendiri tiap pejalan jarak jauh. Rasa penat dan capek, melewati rute berkelok-kelok. Menepi sejenak, merupakan keputusan terbaik yang harus dilakukan sembari menikmati buah segar, dagangan warga setempat.

Adapun jenis buah seperti Semangka, Pepaya, Alpukat dan Markisa, di sajikan untuk para pelanggan. Selain itu, tersedia juga sayur mayur berupa kangkung, terong dan jajanan lainnya.

Buah-buah segar itu, juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh keluarga di rumah.

Berjualan di pinggir jalan poros, merupakan ide masyarakat guna memudahkan para pengendara yang melintas baik pengendara roda empat roda dua hingga roda sepuluh.

Berada di Dusun tumonga, Desa Kelapa Dua, Kabupaten Polewali Mandar. Telah bertahun Tahun pedagang buah serta sayur-sayuran tersebut menghiasi sepanjang jalan,

“orang tua memulai berdagang telah lama, mulai 2011 dia telah berjualan buah dan sayur-sayuran sampai saat ini” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Pantauan wartawan Pattae Com, Minggu 27 Maret 2022, pedagang kebanyakan menggunakan bahan kayu untuk di jadikan tempat penjualan.

Terdapat buah ,

Pelanggang dari mamasa, suppiran, polewali, berbagai wilayah tak lupa untuk singgah membeli buah serta sayur-sayuran.

Mereka tak hanya membeli kepada pedagang buah untuk di jual Kembali, tapi juga mendapatkan dari hasil tanaman sendiri.

Namun, ada pula petani yang memasarkan hasil pertanian dan perkebunannya ke pada pedagang yang ada di pinggir jalan tersebut.

“kami menanam sayur-sayuran sedangkan buah kadang kami terima dari hasil perkebunan serta pertanian masyarakat” kata salah satu pedagang kepada Pattae Com.

Pedagang memulai penjualan Pukul 07.00 wita serta meninggalkan tempat penjualan Pukul 11.00 Wita.

Dengan adanya tempat tersebut masyarakat mudah untuk membukan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri.

Mereka dapat menghasilkan pendapatan minimal dalam perhari sebesar Rp, 500.000.

Dari penghasilan tersebut ada yang berhasil menyekolahkan anaknya di salah satu perguruan tinggi.