Menilik Kampung Muallaf Desa Patambia Pinrang

Kampung Mualaf
Kampung Mualaf yang ada di Wilayah Desa Patambia, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang

Kampung Mualaf, merupakan salah satu wilayah yang berada di pelosok Desa yang sulit dijangkau kendaraan. Hal ini disebabkan karena kondisi jalan yang memprihatinkan. Kampung ini dapat dikatakan salah satu kampung yang terisolir.

Berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat dan beredarnya di media sosial. Sehingga, dari kejadian itu mahasiswa dari Polewali Mandar khususnya dari organisasi KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) SIAMASEI, merasa terpanggil untuk datang ke tempat tersebut

Mereka memberikan pengetahuan dasar mengaji kepada penduduk yang berada di suatu wilayah yang disebut kampung mualaf.

Kampung ini berada di Desa Patambia Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Untuk sampai kesana, dengan menempuh waktu kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat dengan medan yang cukup extrim.

Kampung mualaf merupakan kampung yang baru didirikan di awal tahun 2019, tepatnya tanggal 28 februari 2019. Kampung ini terbentuk bukanlah hal yang mudah.

Sebelum mendirikan kampung ini, awalnya mereka melakukan dakwah kekeluargaan, dengan mengajak keluarga terdekat. Alhamdulillah atas izin Allah SWT, jumlah mereka bertambah menjadi 34 orang.

Kampung mualaf merupakan daerah yang baru didirikan di awal tahun 2019, tepatnya tanggal 28 februari 2019. Kampung ini terbentuk bukanlah hal yang mudah. Sebelum mendirikan kampung ini, awalnya mereka melakukan dakwah kekeluargaan, dengan mengajak keluarga terdekat. Alhamdulillah atas izin Allah SWT, jumlah mereka bertambah menjadi 34 orang.

Hal itu bukanlah perjuangan yang mudah karena butuh waktu 3 tahun perjuangan dari mereka untuk mendirikan kampung tersebut. Dengan melakukan pendekatan dengan pemerintah setempat dan juga bantuan dari donatur. Akhirnya, mendapatkan sebidang tanah dengan luas kurang lebih 1 Ha.

Antusias masyarakat kampung mualaf yang senang karena rencana berkunjung ke kampung muallaf akhirnya tercapai. Kami pun merasa terharu karena disambut dan diterima dengan baik masyarakat di tempat tersebut.

Singkat cerita, setelah berkeliling di lokasi kampung mualaf dan bertemu sapa dengan penduduk kampung mualaf. Setelah melaksanakan sholat Ashar, kami pun termenung dengan pandangan mata kami melihat anak-anak yang ceria memegang Al-Qur’an ( Iqra’) dengan harapan, kami akan mengajar mereka membaca dan menulis Al-Qur’an.

Dengan melihat keadaan seperti itu akhirnya kami pun memutuskan tinggal untuk beberapa hari sembari memberikan pengetahuan yang kami miliki.

Betapa terharunya kami setelah melihat dan mendengar mereka mengucapkan satu demi satu huruf hijaiyah. Bahkan ada beberapa yang sama sekali belum tahu membedakan huruf-huruf hijaiyah.

Selanjutnya, kami memberikan bimbingan dengan dasar pengetahuan yang kami miliki. Mulai dari menyebut, menulis, dan membedakan cara bacaan tiap huruf hijaiyah kami ajarkan.

Dengan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, kami pun mulai berbaur dengan mereka dan secara perlahan memperkenalkan huruf hijaiyah dan cara bacanya. Kami juga mengajarkan tata cara wudhu dan bacaannya, tata cara sholat dan bacaannya. (Pattae.com)


Penulis: Ramlah*

Launching Komunitas Seni Sipatuo Mammesa Mirring