Meski Layak, Allo Bunga Tak Pernah Dapat Bantuan. Berikut Klarifikasi Kades Duampanua

Kades Duampanua Arifin
Kades Duampanua Arifin

Hidup serba terbatas secara ekonomi, kakek Allo Bunga (87) warga Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

Hal itu ia ungkap sendiri saat Kapolres Polman memberi bantuan ke Allo Bunga berupa bedah rumah pada, Kamis (1/9) lalu.

“Tidak pernah di kasi bantuan baik dari desa maupun pemda, baik bedah rumah atau sembako. Kalau di kasi beras sama tetangga, baru makan. Sama pernah di kasi bantuan waktu Corona (BLT Covid-19),” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Duampanua tidak membenarkan bahwa warganya tersebut, tidak pernah mendapat bantuan. Baik dari Pemkab maupun Pusat.

Meski demikian, Arifin membenarkan tahun ini kakek Allo Bunga, tidak mendapat bantuan lantaran Kartu Keluarganya (KK) bermasalah. Namun, Cucu yang satu KK dengannya mendapat bantuan.

“Jika di katakan mereka tidak pernah dapat perhatian dari pemerintah. Itu tidak benar!!” terang Kepala Desa Duampanua Via Telpon, Jumat (30/9/2022).

Tak hanya itu, lanjut Kades Duampanua menjelaskan. Sebelumnya, pihak Desa juga telah mengusulkan rumah Allo Bunga masuk daftar penerima bantuan beda rumah. Namun tahun 2022 ini belum ada informasi dari dinas terkait.

Lain hal yang di sampaikan Camat Anreapi Masrullah. Ia juga tidak membenarkan warganya di Desa Duampanua itu tidak pernah mendapat perhatian maupun bantuan dari pemerintah setempat.

“Kalau ia mengatakan tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah itu tidak betul!! Kepala Desa sendiri yang mendata dan memberikan langsung bantuan BLT yang di dapatkan 2 tahun terakhir selama Covid,” Tegas Masrullah via Telpon.

Perihal KK kakek Allo Bunga yang bermasalah sehingga tak lagi menerima BLT, kata Masrullah, sementara di koordinasikan dengan Dinas DukCapil Polman untuk segera diperbaiki.

“Insya Allah senin itu sudah bisa karena sementara ini kami terus berupaya memperbaiki agar KK nya kembali connect ke pusat. Sehingga namanya kembali terbaca untuk mendapatkan program bantuan,” katanya.