Minim Peserta Rapid Test, Bupati Polman Bentuk Tim Sosialisasi dari TNI-Polri

Bupati Polman Bentuk Tim Sosialisasi dari pihak TNI-Polri
Bupati Polman Bentuk Tim Sosialisasi dari pihak TNI-Polri

Polewali – Minimnya minat pedagang pasar sentral Pekkabata Polewali mengikuti Rapid Test, yang di gelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar. Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, dalam waktu dekat akan membentuk tim sosialisasi terkait masalah tersebut.

Tim Sosialisasi yang akan dibentuk nantinya, Bupati Polman meminta bantuan ke pihak Polri dan TNI, dengan mengundang AKBP Ardi Sutriono selaku Kapolres Polman dan Komandan Kodim (Dandim)1402/Polmas Letkol Arhanud Hari Purnomo untuk melakukan rapat pembentukan.

Andi Ibrahim Masdar (AIM) saat dimintai keterangan Rabu (22/7) kemarin mengatakan, akan melaksanakan rapat pada hari ini Kamis 23/7/2020. Membicarakan tim sosialisasi ke masyarakat mengenai rapit test.

“Mungkin kurang sosialisasi atau cara soaialisasi kemarin yang menakutkan menggunakan baju astronot putih-putih bak malaikat maut. Makanya kita memilih membentuk Tim Sosialisasi ke Masyarakat bekerja sama dengan Polri dan TNI”. Pungkasnya

Untuk membentuk tim sosialisasi ke para pedagang Bupati meminta ke pihak Polri sebanyak 15 personil. Dari TNI juga dibutuhkan 15 personil.

Tujuan pembentukan tim sosialisasi mengenai rapid test itu, dilakukan agar masyarakat tidak salah paham, dan takut di rapid test. Dengan adanya tim ini. Bupati Polman berharap, masyarakat menjadi antusias di rapid test

“Saya akan kerja sama dengan pak Dandim denga pak Kapolres untuk turun bersosialisasi ke masyarakat agar tidak menyeramkanlah,” ucap Andi Ibrahim Masdar, Rabu (22/7) kemarin.

Selain itu, Bupati Polman juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak takut saat dilakukan kegiatan Rapid Test karena hanya pengambilan darah saja. Namun, dari Rapid tersebut menghasilkan indikasi, baru dilakukan swab test.

Saat ditanya mengenai upaya pemberian sanksi bagi para pedangang yang enggan di Rapid Test. AIM mengatakan, “Kita serahkan ke pedagang. Apa pedagang mau di datangi atau kesadaran mereka datang sendiri untuk rapid test. kalau memang tidak berminat, kami akan datangi. Itukan demi kesehatannya juga bukan untuk kita, kita kan sudah kasi gratis,” jelas Bupati Polman

Pemberlakukan Rapid Test kepada para pedagang, bermula saat salah satu pedagang di pasar sentral Pekkabata Polewali dinyatakan terpapar virus corona.[*]