Mobil Pemadam Makin Uzur, Pemkab Polman Didesak Beli Baru

Mobil Pemadam
Gambar Damkar Polman. Foto: FB. Pemadam Kebakaran Polman.

Mobil pemadam kebakaran kabupaten Polewali Mandar menuai sorotan dari warga Koalisi Masyarakat Peduli Polman (KMPP). Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar).

Atas dasar data yang didapat KMP Polman, seperti kondisi armada Damkar yang menurutnya sudah sangat memprihatinkan. Sebagian besar mobil pemadam, hanya terparkir akibat tidak bisa difungsikan.

Disamping itu, menurut Koordinator KMP Polman Abdul Kadir, mobil Damkar yang tersedia, merupakan kendaraan yang sudah tua. Sehingga, mereka mendesak untuk dilakukan pengadaan fasilitas pemadam kebakaran.

“Kami minta agar Damkar ini menjadi prioritas Pemkab Polman untuk diadakan. Karena, melihat kondisi armada yang ada saat ini sudah banyak yang rusak,” terang Abdul Kadir disalah satu kafe di Pekkabata. Minggu (07/12).

Selain itu, ia juga menyoal terkait penggunaan mobil tangki air yang digunakan dalam melakukan aksi pemadaman. Koordinator KMP Polman menilai, saat terjadi kebakaran bukan lagi mobil Damkar yang digunakan. Namun, mobil tangki air yang banyak difungsikan untuk penyiraman tanaman.

Padahal, armada mobil pemadam kebakaran tersebut, memiliki standar operasional tersendiri yang memang diperuntukkan untuk menanggulangi bencana kebakaran.

“Mobil tangki penggunaannya lebih kepada peruntukan penyiram tanaman,” tuturnya

Ditempat yang sama, Sekertaris KMP Polman Hendra mengatakan, pihaknya akan melakukan audiens dengan DPRD Polman dalam waktu dekat. Melihat minimnya perhatian terhadap pasilitas pemadam kebakaran di Polman,

“Kita akan mendesak DPRD Polman agar pengadaan Damkar ini, masuk dalam program prioritas dan kita akan mengawal hal ini, sampai direalisasikan,” ungkapnya.

Dilain tempat, Aco Djalaluddin selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Polman mengatakan, pihaknya telah mengusulkan untuk pengadaan 4 unit Damkar di tahun 2021.

“Tahun 2021 kita sudah usulkan yang modelnya efisien itu sebanyak empat unit dengan nilai Rp. 2,4 milyar, tapi ini masih bergantung pada usulan yang ada.” jelasnya.