MTs An-Naadir Beluak Bumikan Tradisi Mengaji di Acara Pabongiang (Malam Kematian)

Siswa MTs An-Naadir
Siswa MTs An-Naadir

Kopiah, baju koko, sarung dan mukena lengkap dipakai oleh kumpulan majelis pengajian MTs An-Naadir Beluak. Sudah tradisi turun-temurun diwarisi oleh keluarga besar Madrasah ini, setiap ada warga yang meninggal dan melaksanakan malam-malam pasca pemakaman. Tradisi malam peringatan dilaksanakan sampai pada malam ke 100.

Nampak antusias guru pembimbing dan siswa-siswi mentafakkurri ayat-ayat suci Al-Qur’an di kediaman rumah duka, malam tanggal 21 September 2022, guna untuk menghadiahkan pahala kepada almarhumah Aliya anak dari bapak Soleh dan Ibu Rasni, beralamat di Dusun Beluak, Desa Duampanua. Kecamatan Anreapi.

Tidak hanya di sekitaran area Madrasah di desa tetangga pun terkadang mendapatkan undangan untuk jamaah pengajian MTs An-Naadir Beluak.

Mengintip perkataan John Adam Smith seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia menyebutkan bahwa manusia merupakan Homo Homini Socius yang berarti bahwa manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya. Atau istilah lainnya manusia adalah makhluk sosial. Salah satu wujud kesosialan manusia adalah dengan saling tolong menolong bagi yang membutuhkan.

MTs An-Naadir Beluak merupakan bagian dari masyarakat, membangun rasa saling memiliki agar hubungan emosional tercipta. Saling membantu terutama kepada orang-orang yang membutuhkan. Sesuai sala satu background Madrasah kuat dari segi keagamaan. Maka dengan ini, di realisasikan gerakan membangun hubungan sinergis melalui rutinitas mengaji saat ada warga yang meninggal.

Turut antusias tiga guru pendamping majelis pengajian Madrasah ada Pak Risal. S, S.Pd, Pak Supriadi, S.Pd dan Ibu Nur Wasilah, S.Pd, beserta siswa-siswi Mts An-Naadir Beluak.

Pembiasaan yang keren, tentu ini mengajarkan siswa untuk saling peduli, mewujudkan rasa cinta kasih, dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan. Hangatnya kopi dan teh di tambah lantunan ayat suci Al-Quran menjadi berkah tersendiri bagi keluarga yang telah berduka. Siswa-siswi tentu mendapatkan banyak pelajaran, membantu pembentukan sikap dan kepekaan sosial dari diri mereka masing-masing.

Siswa MTs An-Naadir
Siswa MTs An-Naadir

Berbagi itu tidak serta-merta dengan nilai uang/materi. Namun menghadiahkan bacaan Al-Qur’an adalah bentuk amal jariyah sebagai bentuk hubungan cinta terhadap sesama manusia, yang masih hidup dan yang sudah berada di liang lahat.

“Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan keagamaan ekstrakurikuler di MTs An-Naadir. Sebagai salah satu wadah syiar Islam untuk menghidupkan sunnah dan tradisi Islam. Yaitu mengirimkan pahala bacaan Al-Qur’an 30 Juz untuk Shohibul Masyita atau bagi orang yang meninggal dunia. Yang di hatamkan secara bersama, sebagimana turun-temurun di ajarkan oleh para ulama,kyai dan ustad Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja),” ungkap Risal.S, S.Pd sala satu guru pendamping keagamaan di Mts An-Naadir Beluak.

“Selain kegiatan ini untuk menguatkan silaturrahim. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dan tindak lanjut dari kegiatan pengajian rutin di Madrasah setiap hari sabtu ba’da sholat zuhur dan di setiap pagi 15-25 menit sebelum proses pembelajaran di mulai. Untuk mengasah kemampuan siswa-siswi membaca Al-Qur’an agar semakin lancar dalam membaca,” lanjut Risal.S,S.Pd.

“Di harapkan siswa-siswi Mts An-Naadir Beluak secara sadar mendapatkan pengajaran akhlak yang lebih luas, berupa membiasakan silaturahim terhadap sesama. Membiasakan tampil tempat keramaian, membiasakan membumikan bacaan Al-Qur’an. Terbentuknya rasa saling-tolong menolong kepada sesama ketika sedang di timpa musibah (kematian). Serta membiasakan untuk mengingat kematian. Sehingga di harapkan siswa-siswi memiliki kontrol baik terpatri dalam hati dan fikiran yang membentuk rasa takut dan takwa kepada Allah SWT,” Tutup Risal.S,S.Pd.

Teruslah menebar cinta siswa-siswi Mts An-Naadir Beluak agar menjadi generasi Qur’ani Amin Ya Rabbal Alamin. Salam Madrasah lebih baik Madrasah.[*]