Ngaji Kebangsaan, KH Maksum Mahfudz: Jangan Mudah Mengkafirkan

KH Maksum Mahfudz (Waketum PBNU) mengisi kegiatan Ngaji Kebangsaan di Ponpes DDI Al Ihsan Kanang, Polewali Mandar
KH Maksum Mahfudz (Waketum PBNU) mengisi kegiatan Ngaji Kebangsaan di Ponpes DDI Al Ihsan Kanang, Polewali Mandar

Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Maksum Mahfudz mengisi acara “Ngaji Kebangsaan” bersama para santri di Kompleks Pondok Pesantren DDI Al Ihsan Kanang, Kamis 16/01/2020 malam hari.

Pada Ngaji Kebangsaan dengan tema “Santri Milenial yang Cerdas, Mandiri, dan Berkarakter”. Prof. DR. Ir. KH. Maksum Mahfudz, M.Si. mengatakan, untuk mencapai Santri yang cerdas, mandiri dan berkarakter tersebut harus dengan menyibukkan diri menjadi santri yang lebih baik.

“Sebagai santri yang milenial yang cerdas, mandiri dan berkarakter, harus selalu memotivasi dan mengasah diri menjadi lebih baik.  Jangan pernah langsung mengkafirkan, mem “bid’ah” kan”. Jelas Kiyai Maksum kepada para santri Pondok Pesantren DDI Al Ihsan Kanang.

“Karena sesungguhnya santri NU adalah santri yang cerdas serta yang selalu menjaga budaya NU”. Lanjutnya

Dilain hal, Wakil Ketua PBNU juga menegaskan, bahwa sebagai bagian dari warga NU, dianjurkan untuk tidak saling menyalahkan, bahkan dengan mudah mengkafirkan orang lain yang tak sepaham dengan pendapat kita tentang Agama.  

“Kita adalah NU, dan jangan pernah salah menyalahkan dan saling mengkafirkan. Mari kita jaga keutuhan (Bangsa dan Negara)”. Ungkapnya dengan tegas.

Sebelum menutup pengajian yang ia bawakan, KH Maksum menitipkan pesan kepada para santri untuk tidak pernah berhenti belajar. Karena dengan belajar, segala sesuatu akan bisa dicapai di dunia, dan di akhirat.

Meski di awal pengajian, hujan rintik-rintik sempat turun namun, kegiatan tersebut tetap berjalan dengan hikmat yang diikuti ratusan santri dan para pengasuh ponpes DDI Al Ihsan Kanang.

Dalam sambutannya saat hujan turun, ketua Umum NU Sulawesi Barat, H. Adnan Nota yang diketahui juga merupakan Pimpinan Pondok PP DDI Al-Ihsan Kanang mengatakan, hujan adalah rahmat tuhan untuk kegiatan “Ngaji Kebangsaan” yang sedang berjalan.     

“Dengan turunnya hujan adalah rahmat, dan pertanda Allah Swt merahmati pertemuan (Ngaji Kebangsaan) ini”. Tuturnya

Ngaji Kebangsaan bersama tokoh NU tersebut, hadir pula ketua LP Ma’arif pusat, Polsek Majene, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat dan para pengurus Banser. Selain itu, warga sekitar Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar juga turut dalam pengajian tersebut. [pattae.com/Noer*]

Editor: Bustamin TaTo*

Prof. Husain Syam, Hadir Di Acara Reuni Akbar Ponpes Al Ihsan DDI Kanang