Opini: Suasana Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Suasana Ramadan
Suasana Ramadan

Suasana Ramadhan sangat dirindukan seluruh umat Islam. Semuanya menyambut bulan suci ini dengan penuh kegembiraan. Bagaimana tidak, bulan ini selalu dimaknai sebagai bulan yang penuh ampunan. Di bulan Ramadhan, umat islam menjalani puasa kurang lebih 29-30 hari.

Di bulan ini, pahala akan dilipat gandakan dan doa-doa akan dikabulkan. Maka dari itu, memperbanyak amal dan ibadah sangatlah baik di bulan penuh berkah ini.

Pada tahun ini sendiri pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada Jumat 24 april 2020 yang di tetapkan secara langsung oleh Kementerian Agama. Hal ini menjadi kabar yang mengembirakan bagi umat Islam di tanah air. Akan tetapi, kabar mengembirakan ini datang di saat Negara kita sedang berjuang melawan Wabah (pandemi) Covid 19.

Seperti yang kita ketahui virus ini sangat lah berbahaya, di karenakan penyebaran nya terjadi sangat cepat dan virus ini juga sangat mematikan. Maka dari itu, Kementerian Agama dalam Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah d Wabah Covid-19 menyatakan, sahur dan buka puasa cukup dilakukan di rumah bersama keluarga inti. Shalat Tarawih pun hanya dilakukan di rumah.

Hal itulah yang membuat suasana Ramadhan di tahun ini sangat berbeda di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, di Bulan suci ini, umat islam biasanya menyambut Ramadhan dengan meriah beribadah di masjid hingga tradisi buka puasa bersama dan berburu takjil untuk berbuka puasa. Akan tetapi tahun ini cenderung sepi, karena pemerintah sudah menerapkan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah demi memutuskan dan mencegah penyebaran Covid 19.

Masyarakat di tuntut untuk berkerja di rumah, belajar di rumah bahkan beribadah di rumah. Hal itu lah yang membuat Ramadhan di tahun ini dijalankan dengan sangat sunyi dan sepi. Bagaimana tidak, semua orang menjalankan semua kegiatannya  di kediamannya masing-masing.

Pemandangan seperti ini belum pernah kita lihat sebelumnya. Di mana, di tahun sebelumnya kita bisa melihat semua umat muslim berbondong-bondong datang ke masjid untuk beribadah menunaikan shalat Tarawih berjamaah di lanjutkan Tadarusan sampai tengah malam dan melaksanakan ibadah yang lainnya.

 Sangat berbeda sekali dengan Ramadhan di tahun ini, di mana seluruh umat Islam pun bersama-sama menahan diri. Baik itu tradisi shalat Tarawih berjamaah,tadarusan bahkan buka puasa bersama dengan sahabat dan sanak saudara lainya hampir tidak bisa kita lakukan secara bersama sama, pasti akan sangat sulit di rasakan oleh sebagian umat Islam di berbagai daerah.

Tradisi yang seperti ini hanya bisa di lakukan oleh keluarga inti saja, hal ini sudah pasti membuat masyarakat yang gemar berkumpul-kumpul dan berbagai kegiatan ibadah lainnya akan terasa sangat sepi.

Bukan hanya Masjid yang terlihat sangat sepi, Jalanan dan tempat umum lainnya  juga  mulai terasa sangat sepi, bahkan kita hampir tidak bisa lagi melihat orang-orang yang setiap sorenya membagikan makanan untuk berbuka puasa di jalanan maupun di tempat umum yang lainnya.

Selain itu juga, tempat-tempat yang biasanya menyediakan Takjil ( Makanan Untuk Berbuka Puasa) sekarang ini pun harus terlihat sepi. Tradisi seperti inilah yang sangat di rindukan masyarakat di sebagian daerah. Di karenakan sebagian besar masyarakat memilih membuat Takjil ( Makanan Untuk Berbuka Puasa) dirumahnya sendiri dan memilih untuk memesan secara online demi menghindari diri dari keramaian. Kebiasaan-kebiasaan seperti inilah pasti sangat di rindukan masyarakat di sebagian daerah.

Akan tetapi apa boleh buat, demi menjaga keselamatan dan demi mecegah penyebaran virus Corona ini masyarakat juga harus bisa menahan diri dan tetap menjalankan anjuran Ibadah di Bulan Suci Ramadhan ini sesuai denga apa yang sudah di terapkan oleh pemerintah Indonesia demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama.

Oleh karena itu, jangan jadikan keterbatasan ini membuat kita menjadi malas-malasan untuk beribadah. Jadikan semua ini sebagai ujian dari Allah sehingga menjadikan kita sebagai orang yang selalu bertaqwa kepadanya. Dan juga, jadikan semua ini sebagai pelajaran bagi kita bersama dan kita ambil hikmah di balik semuanya.

Kita juga harus selalu berdoa dan bisa menaati aturan yang di terapkan pemerintah saat ini. Supaya permasalahan ini bisa terselesaikan dengan baik sehingga kita bisa menjalakan aktifitas dan berkumpul kembali dengan sahabat dan sanak saudara kita seperti sebelumnya.

Semoga suasana Ramadhan tahun ini kita semua selalu di berikan kesehatan, sehingga kita bisa menyambut hari Kemenangan nantinya dengan penuh kegembiraan. Amin ya robbal alamin..!

Penulis: M.I.H (Doto)

Mencari Jejak Sejarah Betteng Desa Kunyi
Mencari Jejak Sejarah “Betteng” Desa Kunyi