Pacu Gratieks, Karantina Pertanian Sulbar gandeng Anggota Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Ekspor SBW

Pacu Gratieks, Karantina Pertanian Sulbar gandeng Anggota Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Ekspor SBW
Pacu Gratieks, Karantina Pertanian Sulbar gandeng Anggota Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Ekspor SBW

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Sulawesi Barat bersinergi Anggota Komisi IV DPR-RI Suardi Duka  Dapil Sulawesi Barat dan selaku Mitra Kementerian Pertanian RI Gelar Bimbingan Teknis Ekspor Sarang Burung Walet (SBW) sebagai upaya mendukung Program Unggulan Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), di Hotel Ratih Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (22/12/2021).

Kepala Karantina Pertanian Sulawesi Barat Agus Karyono, saat ditemui awak media mengatakan Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman bagi peternak walet terkait budidaya, peningkatan produksi, serta prosedur ekspor dari negara tujuan.

“Pada bimbingan kali ini kita Akan sampaikan tata cara budidaya walet yang baik, bagaimana cara meningkatkan produksinya, bagaimana cara meningkatkan kualitasnya. Sehingga  benar-benar peternak yang ada di Polewali Mandar mendapatkan pengetahuan tentang walet yang dapat di ekspor dari Polewali Mandar,” jelas Agus.

Tak hanya itu, para peserta Bimtek juga diberikan pemahaman solusi terhadap permasalahan-permasalahan ekspor komoditas Sarang Burung Walet (SBW) yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar.

“Persyaratan untuk bisa diekspor burung walet itu dalam bentuk bersih kandungannya Nitrim maksimal 30 titik M dan harus dipanaskan selama 2

37 derajat celcius selama 3 stengah menit untuk membunuh virus flu burungnya,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menyampaikan kedepan pihaknya akan mendorong tempat Proses sarang burung walet, namun sebelum itu harus ditingkatkan terlebih dulu pengetahuan budidaya sarang burung walet.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Suardi Duka menjelaskan kegiatan ini tak lain untuk menaikkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para peserta peternak walet di Polman karena ada standar yang berbeda antara nilai ekspor dengan nilai jual  yang ada di tingkat peternak.

Itulah yang ingin di persempit setelah dimatangkan dengan adanya bimbingan teknik menghadirkan narasumber dari Badan Karantina Pertanian melalui Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, sehingga harga sarang burung walet bisa melambung tinggi.

“Kalau kita sudah matangkan oleh teman-teman dari badan Karantina sudah memberikan bimbingan, sudah memberikan teknik-teknik pengelolaan sarang burung walet dengan bagus kualitasnya baik maka harganya juga naik dan pendapatan masyarakat juga naik,” terang Suardi Duka.

Mantan Bupati Mamuju itu juga menerangkan Menteri Pertanian utamanya Badan Karantina melihat kemajuan sarang burung walet di Sulawesi Barat sangat berpotensi yang bisa diandalkan sebagai penghasilan masyarakat Sulawesi Barat selain Kakao dan Sawit.

“Jadi, Kerja sama antara Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian dan semua Dirjen yang ada itu melaksanakan Bimtek untuk meningkatkan kualitas peternak kita,” ujar anggota Komisi IV DPR RI. [*]