PAD Polman Bocor, Panitia Dragbike Jual Tiket Ilegal

Tiket Kejuaraan Terbuka Dragbike yang terselenggara di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Polewali diduga ilegal. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggap bocor.

Berdasarkan informasi, Panitia kedapatan menjual tiket lama yang tidak korporasi. Selain itu juga tidak sesuai dengan kegiatan.

Dimana, ditiket tersebut bertuliskan Bhayangkara Roadrace Championship 2023 yang terdapat logo Polda Sulawesi Barat dan Lalulintas. Sementara event yang berlangsung merupakan kejuaraan terbuka Dragbike Sulbar 2023.

Berdasarkan Perda Polman, kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan hiburan yang dikenakan yang seharusnya dikenai pajak sebesar 10%. Sementara panitia diduga melakukan pungutan liar (pungli) lantaran menjual tiket yang tak tersegel dengan harga Rp. 25 ribu.

Kasi reklame dan Hiburan, Dinas Pendapatan Daerah Polman, Mila menegaskan Penjualan tiket tampa korporasi atau tidak tersegel itu masuk dalam kategori pungli, dan pihak Dispenda Polman akan memberi sanksi sesuai peraturan yang ada.

“Kalau seperti itu, tentu ada sanksinya. Mereka harus bayar tiket yang terjual namun tidak terbonggol. Nanti akan saya tanyakan berapa tiket yang tidak terbonggol,” tegas Mila saat dikonfirmasi Via Telpon.

Lanjut, Mila menerangkan, pihaknya sudah melakukan korporasi terhadap tiket hiburan tersebut, namun ia mengaku tidak mengetahui jika ada tiket yang tidak dikorporasi yang dijual panitia hari ini.

“Kemarin mereka datang ke kantor, ada beberapa blok yang sudah kami bonggol. Kami tidak tau kalau ternyata ada tiket yang dijual tidak terbonggol. Setahu kami sudah ada yang datang ke kantor untuk korporasi tiketnya. Kami sudah turunkan anggota kami untuk melakukan pengawasan. Tidak mungkin kami mau bebaskan tiket yang ilegal dijual bebas,” terangnya.

Sementara itu, Kordinator Sirkuit Kejuaraan Terbuka Dragbike Sulbar 2023 Aswan, mengaku jika penjualan tiket yang tidak dikorporasi merupakan ketidak sengajaan panitia,  Panitia tidak sengaja mengambil tiket yang tidak dikorporasi yang ada di dalam tas.

“Itu tiket ada yang terbonggol ada yang tidak, kebetulan tadi yang ambil itu tiket yang tidak terbonggol salah ambil, karena itu tiket satu tempat,” Jelas Aswan, Sabtu (7/10/2023).

Menurutnya, tiket yang dimiliki panitia tidak semua di korporasi, lantaran tiket tersebut akan digunakan di event event selanjutnya.

“Tida semua tiket terbonggol karena kita pakai berkali kali, kita sudah targetkan 400 tiket kapan kita bonggol ini hangus sia sia, kita tidak bisa gunakan kedepan lagi,” bebernya.

“Kita gunakan karcis ini berkali kali, makanya kita tidak borgol semua, nanti ada kegiatan baru kita borgol lagi. Kita tau aturan disini, kalau kita mau sengaja mending kita tidak borgol. Kegiatan seperti ini kita membutuhkan banyak dana, jadi wajar kalau kita di lapangan menuntut bagai mana untuk pengembalian modalnya dulu,” tambahnya.(*)