Panwascam Binuang Adakan Pelantikan dan Bimtek PTPS

Panwascam Binuang Adakan Pelantikan dan Bimtek
Panwascam Binuang Adakan Pelantikan dan Bimtek

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Binuang, Melaksanakan Pelantikan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk 98 orang Pengawas TPS se-Kecamatan Binuang. Kegiatan tersebut bertempat di Aula wisata alam Kali Biru Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Senin 25/3/2019 mulai pukul 11.00 s/d 17.00 WiTa.

Pengambilan sumpah jabatan pengawas TPS dilakukan oleh Sudirman, selaku Kordip Hukum dan Penindakan Panwascam Kecamatan Binuang. Sedangkan, untuk pembacaan janji, fakta integritas, dan penandatanganan berita acara, dilakukan oleh 2 orang perwakilan dari anggota PTPS.

Setelah pelantikan pegawas TPS, dilanjutkan agenda Bimtek yang diantarkan oleh Muh Ilyas, selaku Kordip SDM dan Keorganisasian Panwascam Binuang. Pada Bimtek tersebut, Ia memberikan bekal pengawasan kepada anggota PTPS berupa pengenalan surat suara yang sah dan tidak sah.

selain itu, ia juga membekali para anggotanya tuk mengawasi jalannya proses pemilihan di tiap TPS tempat mereka ditugaskan. Mengawasi tindakan yang berpotensi melanggar pelaksanaan pemilu, khususnya pada minggu tenang tanggal 14, 15 s/d 16 April 2019, juga ia sampaikan pada bimtek tersebut.

Pada kesempatan yang sama, pihak Panwascam juga menekankan tiga bekal utama yang harus dimiliki seorang pengawas TPS. Ketiga bekal itu terdiri dari integritas, kapasitas pengetahuan, dan loyalitas.

“Poin pertama sebetulnya adalah integritas, menjadi seorang pengawas itu harus punya integritas. Kedua penguatan kapasistas, jadi materi-materi tadi itu, bagaimana kita mengasa kapasitas”. Tutur Muh Ilyas.

“Tadi, pak ketua bawaslu juga menekan soal loyalitas. Jadi, dalam menjadi seorang pengawas TPS itu sebenarnya ada tiga yaitu integritas, kapasitas, dan loyalitas”. Tambahnya

Pelantikan dan Bimtek anggota PTPS se-Kecamatan Binuang itu dihadiri Anggota Panwascam Binuang, dan Ketua Bawaslu Polewali Mandar Syaifuddin, serta 98 anggota pengawas TPS.

Ketua Bawaslu Polman saat menghadiri pelantikan dan Bimtek anggota PTPS mengatakan, bahaya yang dihadapi bangsa ini, ada empat. Yaitu narkoba, korupsi, radikalisme, dan gagalnya pemilu. Jika Pemilu gagal, maka pemimpin yang rapuh akan lahir.

Maka dari itu, untuk melahirkan pemimpin yang kuat, tambah Syaifuddin, harus berasal dari proses pemilihan yang kuat serta mendapatkan pengawasn yang kuat. olehnya itu, ujung tombak bawaslu sekarang ini ada di pengawas TPS.(pattae.comTaTo).

Pulau Karamasang Jadi Objek Observasi Siswa MA Izzatul Maarif Tappina