Para Nelayan Berdagang Ikan di Pinggir Jalan Poros Bajoe

PaTTaE.com | Para nelayan Bajoe memanfaatkan fasilitas jalan poros Desa sebagai tempat tuk berjualan ikan. Tidak sedikit pedagang ikan bisa kita jumpai di sepanjang jalan poros Bajoe, Kec. Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Bajoe dikenal sebagai kampung pesisir yang mayoritas penduduknya ber-profesi sebagai nelayan, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Hasil tangkapan para nelayan Bajoe tersebut mereka jual di beberapa pasar di Polewali Mandar. Namun, belakangan ini Para nelayan Bajoe berinisiatif, menjual hasil tangkapan ikan mereka di pinggir jalan, sebagai strategi mendatangkan pundi-pundi keuntungan yang lebih cepat.

“Saya mulai menjual ikan di pinggir jalan karena inisiatif dari diri sendiri, dan hanya coba-coba. Karena dilihat dari tetangganya yang pemasukan nya menghampiri Rp. 1.000.000 perhari.” Ungkap Rahmawati salah seorang penjual ikan yang ditemui, Minggu (10/11/2019).

Berdagang di pinggiran jalan poros, menjadi solusi mereka tuk mengefisienkan waktu dan tempat. Mereka menjadikan tepi jalan menjadi lokasi berjualan, agar lebih memudahkan aktivitas penjualan.

“Saya memilih menjual ikan di pinggir jalan karena dekatnya dari rumah biar sampai malam. Gampang pulang, bisa jalan kaki. Sedangkan, di pasar susah untuk pulang kalau kemalaman” tambahnya.

Mereka biasanya mulai berjualan di sepanjang jalan poros itu, pada pukul 08.00 Wita sampai 17.00 Wita tiap hari. Kadang beristirahat saat masuk waktu shalat. Ikan yang mereka jual bermacam-macam jenis. Harga pun beragam, sesuai dengan jenis ikan dan ukuran ikan tersebut. Harganya mulai Rp.5.000 sampai Rp.50.000, Tergantung dari besar kecilnya ikan yang dijual.

Ikan dagangan mereka, selalu ludes dibeli para pelanggan yang datang, baik masyarakat setempat maupun pembeli dari luar.

“Alhamdulillah ikan yang dijual selalu habis. Pembeli kadang orang di kampung dan orang lewat-lewat” ungkap Hidaya ibu-ibu penjual ikan asal Bajoe yang juga ikut berdagang di pinggir jalan poros.

Di lain itu, bukan hanya para nelayan yang menjual ikan-nya sendiri, Hidaya mengaku, ikan yang ia jual bukan dari hasil tangkapannya sendiri. ia menjual ikan Nelayan lain, lalu bagi untung dari hasil penjualan itu.

“Hasil penjualan ikan mencapai ratusan ribu rupiah perhari tapi belum masuk di untung. karena bukan ikan sendiri, ikan yang dijual milik orang lain dan diberikan se persen hasil jualan setelah menyetor ke bos nya” tutup Hidaya. [pattae.com]

Kontributor: Nur Afriani*

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close