Pasar Wonomulyo Kembali Buka, Pengawasan Covid-19 Diperketat

Terlihat Pengunjung Pasar Wonomulyo di periksa terlebih dahulu sebelum memasuku area pasar
Terlihat Pengunjung Pasar Wonomulyo di periksa terlebih dahulu sebelum memasuku area pasar (Foto: Didi)

WONOMULYO,- Pasar Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, kembali buka setelah dua hari ditutup, lantaran dua pedagang di daerah ini, positif virus corona. Sebelumnya, upaya sterilisasi telah dilakukan, dengan menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh areal pasar.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, Satgas Covid-19 setempat bersama aparat gabungan dari TNI-POLRI, memperketat pengawasan pedagang dan pengunjung pasar Wonomulyo, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan.

Satgas bersama aparat gabungan, melakukan penjagaan ketat pada setiap akses masuk ke dalam kompleks pasar. Seperti yang berlangsung Rabu pagi (15/07/20). Satgas masih mendapati banyak warga, yang beraktivitas di lingkungan pasar, tanpa memakai masker.

mengenai hal itu, Camat Wonomulyo, Asrul, mengaku akan memberikan sanksi sosial kepada warga. Baik pengunjung maupun pedagang di pasar, yang masih membandel tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Hari ini hasil evaluasi kami, ternyata masih ada lima persen (warga) yang tidak memakai masker. Beberapa masyarakat mengusulkan sebaiknya ada sanksi sosial,” ungkapnya

Selain itu, ia juga mengatakan, “Kalau di Wonomulyo ini idealnya sanksi menyapu apabila tidak memakai masker atau melanggar protokol kesehatan. Dan untuk pedagang sendiri, tidak akan diberikan izin menjual di dalam pasar jika tidak menggunakan masker “

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo, Samiaji mengungkapkan, selain memberikan sanksi, pihaknya terus berupaya mengedukasi warga, agar sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan,

“Kegiatan ini tadi adalah, kegiatan berlanjut yang kemarin dua pasar kita ini. Pasar induk dan pasar ikan kita tutup. Kita buka kembali, sambil kita beri edukasi bagi pedagang dan pengunjung, agar selalu memakai masker saat beraktivitas di pasar,“ ujarnya.

Dia menegaskan pemberian sanksi akan diberlakukan, jika warga masih didapati tidak patuh pada imbauan pemerintah untuk memutus rantai penularan virus corona.

“Untuk sanksi, selain edukasi yang terus kami lakukan. Kami akan menyampaikan melarang warga berkunjung ke pasar jika tidak memakai masker.“ tegas Samiaji.

Berdasarkan pantauan, setiap warga yang didapati tidak memakai masker, langsung dihentikan petugas untuk kemudian diedukasi, sembari diberi masker gratis. Sebelum diperbolehkan melanjutkan aktifitas, warga wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh.[sulfa*]