Payung Rumah Baca Inspirasi Teduhkan Semangat Berliterasi

Payung Rumah Baca Inspirasi
Payung Rumah Baca Inspirasi tengah di pasang. Foto: Doc. RBI Tonyaman

Ber-literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana kita dapat berinteraksi dengan yang lain, menggunakan kemampuan komunikasi secara efektif dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat

Alberta dalam tulisan – Payung Rumah Baca Inspirasi

Payung Rumah Baca Inspirasi (RBI) akhirnya terpasang, tepat di hari kamis 22 oktober 2020. Ada rasa haru bercampur bahagia, aku meneguk proses pembelajaran. Di dunia literasi, tidak sebatas mengasah baca tulis. Sebab aku merasakan, betapa literasi harus dimulai dari diri sendiri hingga, dilakudirikan dikehidupan sosial.

Sekitar pukul 09.00 Wita, sembilan tiang penyanggah Rumah Baca Inspirasi telah berhasil dipasangkan payung peneduh. Setelah berjuang dengan begitu keras. Akhirnya, selesai juga. Payung peneduh RBI, pembuatannya berbahan dasar atap rumbia.

Sebanyak 112 atap rumbia telah selesai dirakit oleh tangan-tangan perkasa sahabat RBI. Luka bukanlah masalah untuk mereka. Mereka hanya berfikir bagaimana cara agar sembilan tiang tersebut bisa berpayung dengan indah.

Kakak-kakak RBI awalnya, kebanyakan tak mampu merakit atap. Namun, karena semangat ke-gigih-an ingin belajar, akhirnya skill itu berhasil terasa.

Memanfaatkan pohon rumbia di kampung, sebab ada proses perjuangan, yang ingin kami petik sebagai buah pembelajaran.

Menjadi sukses dan berhasil itu tidak dengan cara instan, tapi bagaimana RBI mampu tangguh melewati setiap tantangan, mengubah tantangan menjadi peluang itu wow rasanya.

Siapa sangka dalam kurung waktu, kurang dari 1 bulan, akhirnya teman-teman RBI bisa menyelesaikan pembuatan atap tersebut. Ini yang membuat saya bangga kepada kawan-kawan RBI, semangat juang mereka tidak pernah pupus dimakan waktu.

Lelah memang terasa tapi, itu semua terbayar dengan pencapaian yang semakin terlihat di depan mata.

Kini, bangunan yang kelak akan menjadi tempat berteduh untuk kawan cilik kami, dan orang-orang yang ingin menuntut ilmu dan belajar tanpa batas. Sedikit demi sedikit, mulai terselesaikan.

Dibalik segala keterbatasan, kami senantiasa mencoba terus. Bahu-membahu meski berbagai latar belakang akademik kami berbeda-beda, pekerjaan itu sebisa mungkin kami lakukan. Menghadirkan rasa empati bahwa RBI rumah kita bersama, rumah menempa sisi nalar, mental, dan gerak.

Kini payung RBI sudah terpasang rapi,  berkat bantuan dari berbagai pihak, yang selalu menjadi penyemangat kakak-kakak RBI. Mulai dari pembina, kawan baru kami Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, hingga masyarakat sekitar, turut membantu demi RBI. Inilah indahnya hidup bergotong-royong yang harusnya dilestarikan ditengah masyarakat yang majemuk.

Meminjam ungkapan seorang tokoh, Alberta: “Ber-literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana kita dapat berinteraksi dengan yang lain, menggunakan kemampuan komunikasi secara efektif dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat“.

Itulah sebabnya, literasi merupakan suatu hal yang tidak akan pernah mati, dan tidak akan pernah habis di makan waktu.

Semangat untuk kawan-kawan RBI. Kalian adalah orang yang sangat luar biasa. Saya bangga mengenal kalian, dan saya bangga menjadi bagian dari kalian.

Pohon kecil yang akan terus tumbuh, dan berkembang menjadi pohon yang besar dan rindang. Sehingga, dapat menjadi peneduh dan bermanfaat untuk masyarakat, itulah kalian.

Penulis: Halisa*
(Pegiat Literasi RBI Tonyaman)*