Pelakor Jaga Toga, Inovasi Puskesmas Anreapi Tanggulangi Stunting

PaTTaE.com — Anreapi | Program Pepaya dan Kelor disingkat Pelakor Jaga toga. Menjadi inovasi baru dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas perawatan Anreapi untuk menangani kasus stunting di Kecamatan Anreapi. Program ini juga merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten Polewali Mandar.

Program pelakor jaga toga ini sudah berlangsung mulai sejak tahun 2018 lalu. Untuk Jamban keluarga, atau disingkat Jaga dimulai sejak tahun 2014. Sedangkan Toga (tanaman obat keluarga) dimulai sejak tahun 2016 lalu.

Program ini di peruntukkan untuk satu rumah satu pohon pepaya dan kelor, satu jamban keluarga dan satu taman obat keluarga.

Kepala UPTD Puskesmas Anreapi, Indrawati Rahim mengatakan, sejak adanya program Pelakor, penurunan angka stunting terjadi di Anreapi.

“Alhamdulillah sejak adanya program pelakor ini angka stunting di anreapi menurun, pada tahun 2018 angka stunting 34% kmudian pada tahun 2019 alhamdulillah menurun jadi 28%”. ungkapnya saat di temui, Kamis 25/06/2020.

Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama lintas program dengan mensinergikan program di internal Puskesmas Anreapi dan juga bekerjasama dengan lintas sektor se Kecamatan Anreapi.

Program tersebut di lakukan dengan melaksanakan penyuluhan. Melakukan penanaman terjadwal di setiap lingkungan, dan menggelar pelatihan kepala kader Posyandu untuk olahan kelor. Kemudian itu diadakan evaluasi dan monitoring.

“Program ini untuk semua desa-desa yang ada di kec. Anreapi. Tapi Untuk tahan pilot projeknya kami awali di kelurahan Andrea, kemudian desa duampanua dan kelapa dua. ” Ujar Indrawati Rahim Ka UPTD Puskesmas Perawatan Anreapi.

Pelakor jaga Toga
Pembuatan Jamban keluarga

“Tahun depan kami lanjut di kunyi dan pappandangan. Sebenarnya itu untuk program tahun ini hanya saja terkendala covid. Jadi untuk tahun depan baru bisa di lanjutkan.” Lanjutnya

Kepala UPTD Puskesmas Anreapi juga berharap, agar seluruh masyarakat menjalankan program Pelakor, Jaga, dan Toga untuk menanggulangi angka stunting di daerah tersebut.

“Harapan saya tentunya masyarakat di kecamatan Anreapi ini memiliki pohon pepaya dan kelor, akses jamban ada, dan semuanya memiliki tanaman onat keluarga. Kami harapkan dengan inovasi ini angka stunting bisa menurun”. harapnya.[echi]*