Pelaku Kasus Pencabulan di Polman Didominasi Orang Terdekat

Pelaku Kasus Pencabulan anak dibawa umur
Pelaku Kasus Pencabulan anak dibawa umur

Kepolisian Polres Polman melakukan konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono. Terkait pengungkapan pelaku kasus pencabulan anak di bawa umur di depan ruangan Satreskrim Polres Polman, Rabu (11/10/2023).

Bersama Kasat Reskrim Iptu I Gusti Bagus Wardana, Kasi Humas AKP Suyuti, dan P2TPA Mimit Pakasi, Kapolres Polman mengungkapkan, Lima pelaku kasus pencabulan anak dibawah umur di Polewali Mandar yang diamankan pihak kepolisian, didominasi orang terdekat korban.

“Pelaku pencabulan ini profesinya berbeda-beda mulai dari Guru, wiraswasta, dan guru ngaji. Bahkan ada dari keluarga terdekat,” ungkap Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono dalam konferesnsi pers-nya.

Adapun modus pelaku, kata Agung, berbeda-beda. Ada yang mencium hal sensitif korbannya, memegang, dan juga modus lain seperti mengimingi uang kepada korban nya.

Selain itu, salah satu pelaku yang telah berstatus tersangka berinisial S (46) asal Desa Buku Kecamatan Mapilli, kasusnya telah dilimpahkan ke Polda Kalimantan.

Kemudian, lanjut Kapolres Polman mengatakan, kelima tersangka pencabulan tersebut terancam hukuman pidana 15 tahun penjara.

Sementara itu, para korban pencabulan saat ini sedang dalam penanganan psikolog untuk pemulihan trauma dan meminta agar kelurga korban terbuka.

Ditempat sama, Psikolog Anak Mimit Pakasi dari Pusat Layanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) mengatakan. Kondisi korban secara keseluruhan dari kasus pelecehan seksual ini mengalami traumatik berkepanjangan.

Banyaknya kasus yang ditangani Polres Polman ini memiliki pola yang sama yakni. Adanya relasi kuasa apakah guru ke murid, bapak ke anak atau sebaliknya dan orang terdekat.

Mirisnya, Mimit menyebutkan bahwa pemulihan trauma terhadapap korban tergantung pada kondisi setiap korban bahkan ada yang trauma sampai seumur hidup.[*]