Pelaku Pengeroyokan di Stadion Terancam 15 Tahun Penjara

Pengeroyokan
Konferensi Pers Kapolres Polman

Tersangka pengeroyokan di Jl Stadion, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali pada Rabu (29/11/2023) malam hari lalu terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Kapolres Polman dalam press rilis Polres Polman, Selasa (6/12/2023).

AKBP Agung Budi Leksono menyebutkan keenam pelaku sudah di tahan. Mereka terjerat Pasal 170 ayat 1,2 dan 3 KUHP, subsider Pasal 80 ayat 3 juncto Pasal 76 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Usai mengalami pengeroyokan, korban berinisial AR (16) sempat menjalani perawatan intensif selama lima hari di RSUD Hajjah Andi Depu Polewali. Namun, nyawanya tak terselamatkan dan akhirnya meninggal Dunia (MD) pada Senin (5/12) kemarin.

Adapun kronologis kejadian, Kapolres Polman menjelaskan, saat itu korban mendatangi pelaku dengan maksud ingin mengklarifikasi permasalahan asmara kepada salah satu pelaku.

Namun setiba korban datang, tak ada pembicaraan, sehingga korban memutuskan tuk balik ke Wonomulyo kampungya. Tengah perjalanan pelaku justru menelpon korban untuk berduel 1 lawan 1.

Korban pun menerima tawaran tersebut. Namun bukan duel yang terjadi, pelaku justru menghubungi teman-temannya untuk bersiap-siap melakukan pengeroyokan bila korban tiba.

Setiba korban datang, pengeroyokan pun terjadi di pintu stadion S Mengga. Tak sanggup melawan korban pun tersungkur.

Untungnya ada warga yang melihat kejadian tersebut dan melerai aksi pengeroyokan. Setelah itu warga pun membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan intensif perawatan. Namun, pada Senin Sore kemarin, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Kami telah mengamankan 6 tersangka antaranya 4 (dewasa) dan 2 (anak dibawah umur). Salah satu Pelaku merupakan guru karate di kabupaten polman,” tuturnya.