Pelaku Penggelapan Uang dan Penipuan Perumahan Al Ikhlas, Jalani Sidang Perdana

Perumahan Al Ikhlas
Sidang Kasus Penggelapan uang dan penipuan Perumahan Al Ikhlas

Pelaku Penggelapan Uang dan Penipuan pembayaran Perumahan Al Ikhlas PT. Rahmat Pratama Nusantara. Tengah menjalani Sidang perdana di Pengadilan Negeri Majene Kelas II, Kamis (11/10/2021).

Sidang yang dipimpin hakim ketua Hernawan serta dua  Hakim Anggota Ahmad Dalmy Iskandar Nasution dan Ghalib Galar Garuda. Dilaksankan secara virtual, dan diikuti Terdakwa Dewi Purbasari serta 5 saksi dari PT. Rahmat Pratama Nusantara.

Dewi Purbasari selaku terdakwa dalam kasus penggelapan dan penipuan kredit perumahan Al-Ikhlas, dalam persidangan, mengakui perbuatannya di hadapan majelis hakim. Selain itu, dirinya juga membenarkan apa yang disampaikan para saksi terkait kasus yang menimpanya.

Muhammad Ridho R selaku Jaksa Penuntut Umum  pada Sidang tersebut, menuturkan aksi terdakwa menggelapkan uang, diketahui saat saksi Rahmat Rusli (Direktur Perumahan Al Ikhlas) mendapatkan aduan dari salah satu user perumahan Al-Ikhlas.

Pada keterangan kepada Direktur Perumahan, user saat membayar uang muka untuk 1 unit rumah, tidak dibuatkan kwitansi pembayaran. Sehingga user tersebut mendatangi kantor pusat yang beralamat di Kabupaten Polewali Mandar.

Lanjut Ridho mengutip pengakuan terdakwa Dewi Purbasari kepada saksi, uang sebesar Rp 10 Juta digunakan untuk kepentingan pribadi. Kasus tersebut tidak hanya terjadi pada satu user saja. Namun juga terdapat beberapa user lain, mengalami hal yang sama.

Dimana, prosedur pembayaran yang disampaikan terdakwa kepada user perumahan di Lingkungan Lembang Kelurahan Baurung Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene tersebut, tidak sesuai dengan Standar Operasional Perusahan (SOP).

Atas perbuatannya, terdakwa disangka pasal 374 KUHP atau pasal 372 KUHP dan, atau pasal 378 KUHP terkait penggelapan uang.

Diakhir Sidang, Rahmat Rusli Selaku Direktur  PT. Rahmat Pratama Nusantara secara Pribadi, memaafkan Dewi. Namun, laporan dan Proses Hukum tetap berlanjut.

“Kalau untuk Pribadi saya yang mulia hakim tentunya memaafkan si Dewi tapi secara proses hukum tetap saya lanjutkan yang mulia hakim. “Tutur Rahmat Direktur  PT. Rahmat Pratama Nusantara Perumahan Al-Ikhlas.[*]