Pelanggan PDAM Wai Tipalayo Keluhkan Tarif Air yang Tak Sesuai

Pelanggan PDAM Wai Tipalayo
Ilustrasi

Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wai Tipalayo keluhkan kenaikan tarif air yang dinilai tidak wajar sementara ketersediaan air tidak maksimal.

Salah satu pelanggan warga Kelurahan Lantora mengaku pembayaran tagihan PDAM melonjak dari bulan sebelumnya, sementara kondisi air sering tidak mengalir tetapi tarif dasar malah dinaikkan.

“Sebelumnya kami bayar setiap bulan Rp 35.000 sekarang sudah Rp 45.000 itupun kondisi air yang datang tidak lancar,” Ungkapnya.

Ia juga menegaskan, tidak mendapat pemberitahuan awal dari pihak PDAM jika ada kenaikan tarif dasar air yang diberlakukan.

Ditempat berbeda, Direktur PDAM Wai Tipalayo Fadly menjelaskan jika kebijakan kenaikan tarif dasar air diberlakukan atas dasar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengharuskan tarif dasar air harus dinaikkan.

“Sejak 2009 kita pernah melakukan perubahan tarif dan berdasarkan hasil temuan BPK tahun 2022 kita tidak pernah mengupgrade kenaikan tarif dan ini harus dilakukan karena sudah tidak sesuai golongan yang ada hari ini 2023 sehingga didorong ada kenaikan,” jelas Direktur PDAM Wai Tipalayo Fadly.

Lanjutnya, tahun depan akan dilakukan lagi penyesuaian tarif. Berdasarkan data tahun 2009 PDAM tarif batas bawah Rp.1.200 kemudian batas atas Rp. 4.000 dan tarif baru yakni batas bawah Rp.2.900 dan batas atas Rp. 5.500.

Kemudian terkait dengan keluhan masyarakat terkait kekeruhan air PDAM, Fadly mengaku tidak dapat berbuat banyak. Sebab selama ini PDAM tidak mendapat bantuan dari Pemda sejak 2019 dan sampai hari ini PDAM merugi.

Ia menyebutkan ada banyak kendala di PDAM utamanya kondisi fasilitas yang ada yang masih merupakan warisan dari Sulsel. Khususnya jaringan perpipaan yang dianggap sudah tidak layak karena sudah beroperasi sejak tahun 1980.

Mantan Ketua HMI Cabang Polman itu mengaku sudah mengusulkan agar piutang tersebut di putihkan namun dari BPK tidak di perbolehkan. Untuk itu, solusi atas persoalan tersebut ia pecahkan dengan beralih menggunakan meteran air token.[*]