Pelantikan Pengurus Karang Taruna Polman Lahirkan Dualisme

Dualisme Kepengurusan
Pengurus Karang Taruna yang baru dilantik Bupati Polewali Mandar

Karang Taruna Polewali Mandar terjadi dualisme kepengurusan. Ketua Karang Taruna yang sebelumnya dinahkodai Fariduddin Wahid sejak 2019 silam, pada Januari 2021 ini muncul kepengurusan baru dibawah kepemimpinan Irfan Pahri Putra.

Irfan Pahri Putra dilantik Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar bersama pengurus Karang Taruna lainnya di Ruang Pola Pemerintah Daerah, Senin 4/01/2021 kemarin.

Terkait dualisme kepengurusan, Pembina utama Karang Taruna Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengaku tidak tahu menahu hal tersebut.  

“Kalo saya itu, ndak tau itu yang begitu. Karena saya seumur hidup jadi bupati, baru pertama kali melantik yang namanya karang taruna,” ungkap AIM sapaan Andi Ibrahim Masdar setelah melantik pengurus baru Karang taruna, Senin (4/01).

Pelantikan yang dilakukan Bupati tersebut, Fariduddin Wahid saat di temui disela-sela Koordinasi pengurus Karang Taruna 2019-2024 di salah satu Café mengatakan, hal tersebut merupakan tindakan yang menyalahi aturan.

“Dari versi kami, yak..! ini pelanggaran. Hal ini kasarnya kan, dia (Bupati Polman) merestui kita ada dualisme kepengurusan. Karena kami juga punya legalitas yang sama, ini keluar dari pemerintah daerah berlogo garuda, bertuliskan Bupati Polewali Mandar, lengkap nomor suratnya. Berarti ini legalitas,” jelas Fariduddin

Mengenai legalitas kepengurusan yang juga dimiliki pengurus Karang Taruna lama. Mengenai hal itu, Bupati justru mempertanyakan kapan dilantik?  

“Nah kalo ada SK nya, ya.. kenapa ndak dilantik? Ini kan organisasi bukan organisasi plat merah, organisasinya Pemda, dimana saja berada. Kalo gubernur yak provinsi. kenapa ndak segera dilantik?” ungkap AIM.

Selain itu, AIM juga mempertegas, Pemerintah mengakui pengurus Karang Taruna yang baru dilantik sesuai hasil Temu Karya luar biasa pengurus Karang Taruna tiap kecamatan.

“SK lama sudah dicabut karena adanya Musda Luar biasa yang dilakukan oleh 16 kecamatan. Jadi pak Bupati mau merujuk kemana? Tentu saya merujuk pada aturan,” tegasnya

Adanya kepengurusan baru Karang Taruna, Fariduddin Wahid sebagai pengurus lama menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna mengevaluasi perjalanan kepengurusannya. Dan membahas terkait masa depan kepengurusannya.

Kontributor: Sulfa Raeni*
Penulis: Bustamin*