Pelepasan 35 Perahu Sandeq Menuju Ibu Kota Negara, Kaltim

35 Perahu Sandeq
35 Perahu Sandeq

35 perahu sandeq di lepas secara resmi dengan melakukan proses ritual Mapparondong Lopi sebagai penanda Perahu Sandeq siap berlayar. Dari 35 Perahu sandeq 28 diantara mengikuti lomba dan 7 Sandeq Matoa menuju Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur (Balikpapan).

Berdasarkan informasi yang di himpun, 35 perahu Sandeq star dari Tanjung Silopo menuju Pantai Banggae. Setelah itu lanjut ke Pantai Palipi, Pantai Deking lalu ke Pantai Manakarra.

Dari Pantai Manakarra Mamuju lanjut ke Pulau Ambo. Kemudian ke Pulau Salissingan, lanjut ke Pantai Manggar dan finish di Balikpapan Superblock.

Ketua Tim Lomba Festival Sandeq Ridwan Alimuddin, mengatakan, makna dari proses ritual hari ini di lakukan ketika ada perahu yang baru selesai di dorong pertama kali ke laut. Perahu tersebut harus berputar tiga kali sebagai simbol pertemuan ibu dan anak artinya jika perahu pergi itu akan kembali.

Adapun peniupan kerang atau yang di sebut Tambolang itu, kata Ridwan, alat musik tiup yang di gunakan sebagai pemanggil angin dan juga di pakai ketika perahu akan sampai. Kemudian di dengar warga maka warga bakal menyambut kedatangannya.

Ridwan juga menjelaskan dari 35 perahu yang ikut hanya 28 yang ikut lomba adu kecepatan. Sisanya 7 Sandeq Matoa atau Klasik agar bisa di lihat mana sandeq yang benar-benar asli dan tahan.

“Dari 35 Sandeq yang ikut hanya 28 yang ikut lomba kecepatan. 7 nya itu sandeq klasik yang di lombakan ketahanannya untuk mengetahui keaslian sandeq,” Ungkap Ridwan Alimuddin usai pelepasan Sandeq di Tanjung Silopo, Rabu (31/8/2022).

Sementara itu, Salah satu Passandeq asal Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polman Syamsi, mengaku telah mempersiapkan segala kebutuhan dalam perjalanan mengarungi samudra ke Balikpapan.

Insya Allah kami siap dan mudah-mudahan kita selamat. Segala persiapan dan perlengkapan sudah telah di siapkan semua. Seperti peralatan dapur dan penangkapan ikan (pancing), beras dan makanan tambahan Jepa yang tahan lama.

Sebagai yang di tuakan di Sandeq yang bertuliskan Dewa Ruci mengaku mendapatkan uang kerja sebesar 6,5 juta dan untuk keluarga sebanyak 12 juta.

Selain itu, ia juga menuturkan telah berpengalaman dan terbiasa dalam melanjutkan kebiasaan budaya nenek moyang.[*]