Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Mulai 6 September 2021, Ini Persyaratannya

Pembelajaran Tatap Muka
Foto: Infoka.id

Satgas Covid-19 Kabupaten Polewali Mandar memberi lampu hijau kepada penyelenggara pendidikan mulai, TK,SD,SMP, dan SMA Sederajat, untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Andi Masri Masdar, setelah mengikuti pertemuan membahas persiapan PTM bersama Satgas Covid-19 Polman dan pihak terkait di taman Harmoni kantor Bupati Polman, Kamis (2/9/2021).

Andi Masri mengaku telah mendapatkan lampu hijau dari Satgas Covid-19 untuk membuka kembali sekolah yang selama ini di tutup akibat membludaknya kasus Covid-19.

Ia pun mengapresiasi keputusan Satgas Covid-19 Polman, untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka disekolah. Karena menurutnya, pembelajaran berbasis online selama ini, tidak efektif dilakukan bahkan, cenderung sebagai praktek pembodohan.   

“Baru kali ini tim satgas covid memberikan kami lampu hijau, tentunya sangat luar biasa bagi kami di Dinas Pendidikan. Karena selama ini, kami mengalami pembodohan kepada anak kita. Karena tidak adanya Pembelajaran yang sangat efektif buat mereka,” ujarnya

Meski telah di izinkan untuk membuka kembali sekolah. Namun, proses Pembelajaran Tatap Muka nantinya, kata Masri, dilakukan secara terbatas. Dimana, setiap sekolah SD dan SMP dalam satu ruangan hanya bisa dikuti 18 Siswa saja. Sementara  untuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK) atau PAUD, hanya 5 siswa saja yang diperbolehkan mengikuti proses belajar secara tatap muka.

Sementara itu, bagi sekolah yang belum menyediakan sarana dan prasarana dalam pendukung penerapan protokol kesehatan, kata Masri, belum bisa dibuka.

“Tidak semua kita buka, karena yang tidak kita buka ini yang belum memenuhi standar protokol kesehatan tidak memadai,” jelasnya.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Polman Andi Ibrahim menyebutkan, pembelajaran tatap muka sudah bisa dilaksanakan, mulai Senin 6 September 2021 mendatang.

Selain itu, Ia juga menyebutkan, proses pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan berlangsung selama 2 jam saja. Setelah selesai belajar, siswa diharapkan langsung pulang ke rumah masing-masing.[*]