Pemda Polman Salurkan Bantuan BSPS Sebesar Rp 17,5 Juta per Rumah

Bantuan BSPS
Penyaluran Bantuan BSPS di Ballroom Hotel Al-Ikhlas Jl. Budi Utomo, Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (20/10/2020).

Sosialisasi dan penyerahan Bantuan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Polewali Mandar di dua Kecamatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Al Ikhlas Jl. Budi Utomo, Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (20/10/2020).

Pada kegiatan tersebut hadir Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Polewali Mandar Andi Mahadiana Jabbar.

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar saat ditemui pihak media mengatakan, untuk tahun ini (2020). Sesuai janji dan target Pemda terdapat 1.100 rumah yang mendapat bantuan BSPS, tersebar diseluruh Desa dan Kecamatan.

Kedua Kecamatan yang mendapat bantuan BSPS Pemerintah Daerah Polewali Mandar yaitu Kecamatan Binuang dan Matakali. Besaran bantuan di salurkan sebanyak Rp 17.500.000 juta.

“Usulan tahun berikut kita targetnya seribu lagi tiap tahun semua kecamatan. Mudah-mudahan ini kita usahakan secepatnya segera merata di semua kecamatan,” tutur Andi Ibrahim Masdar.

Bupati Polman yang akrab disapa AIM itu. Juga berharap kepada masyarakat Polman dirinya di do’a kan agar mendapat kesehatan untuk tetap bisa bekerja untuk warga Polman.

Ia juga tak lupa memberikan apresiasi kepada para Fasilitator BSPS Sulawesi Barat yang telah bekerja sepenuhnya dalam memperhatikan masyarakat Polewali Mandar.

Kepala Dinas Perkimtan Andi Mahadiana Jabbar menjelaskan, target bantuan penyaluran BSPS. Dikhususkan kepada masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni, kurang mampu dan berpenghasilan rendah.

Untuk penyaluran bantuan BSPS yang mensyaratkan adanya swadaya dari masyarakat tersebut, pihak Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan mengaku mendapat masalah. Pasalnya, banyak masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Namun, Selain keterbatasan anggaran, juga karena ketidakmampuan masyarakat untuk berswadaya. Akhirnya, tidak mendapat bantuan.

“Banyak masyarakat yang betul-betul membutuhkan tapi ia tidak mampu berswadaya. Anggaran ini sangat banyak dibutuhkan. Namun sangat terbatas hanya tujuh belas juta lima ratus per Rumah ditahap ini,” tutur Dinas Perkimtan Polman saat ditemui, Selasa (20/10).

Disisi lain, banyak juga masyarakat yang termotivasi. Sehingga, mereka pun bekerja dan menabung untuk membangun rumahnya menjadi layak huni.[*]