Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis PPNI DPK IV di Desa Pasiang

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis PPNI DPK IV menyambut HUT PPNI

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun PPNI ke 48 tahun jatuh pada 17 Maret, Dewan Pengurus Komisariat IV Polewali Mandar. Menggelar bakti sosial dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga Desa Pasiang. Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (12/3/2022).

Pada kegiatan tersebut, melibatkan tenaga medis dari masing-masing puskemas yang tergabung dalam DPK IV PPNI. Untuk melayani masyarakat mendapatkan pemeriksaan seperti; cek tekanan darah, asam urat, kolesterol, dan kadar gula. Selain itu warga juga bisa melakukan konsultasi kesehatan lainnya sesuai keluhannya.

“DPK IV ini kan terdiri dari Puskesmas Matakali, Pekkabata dan Anreapi dan dalam kesempatan hari ini masing-masing Puskesmas ada perwakilan tenaga medis, dan kebetulan Matakali menjadi tuan rumah,” ujar Halam.

Bakti Sosial PPNI DPK IV Polewali Mandar

Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan pihak PPNI DPK IV di tahun ini, memilih Desa Pasiang lantaran pihaknya bekerja sama dengan Puskesmas Matakali yang merupakan gabungan dari DPK IV PPNI Polman.

Tak hanya dibantu dari segi tenaga. Namun, dari segi pengobatan juga lengkap disiapkan seperti pengobatan pengidap gula ada 200 stripnya disiapkan dan untuk kolesterol ada 20 strip, dan asam urat ada 25 strip.

Selain itu, ia menggandeng Operator Tekker untuk pemeriksaan BPJS. Karena menurut Halam saat ini sudah banyak BPJS warga yang sudah tidak aktif lantaran diputuskan dari pusat tanpa pemberitahuan yang bersangkutan.

Ia juga mengaku, jika ada warga yang ditemukan mengidap sakit parah sudah. Disiapkan satu unit Ambulance agar segera dirujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih intens.

Warga masyarakat sekitar menyambut dengan antusias dengan sudah hadir sebelum kegiatan di mulai. Salah satu pasien Baharia warga Kampung Ribang Desa Pasiang. Memeriksa tekanan darah mengaku terbantu adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis lantaran dirinya tidak menempuh jarah jauh lagi untuk pengobatan.

“Alhamdulillah kita tidak jauh-jauh lagi periksa, pelayanan dan obat yang diberikan juga sama. Tidak capek-capek mi ke Puskesmas,” kata Baharia, yang kini menginjak usia 48 tahun.[*]