Pemerintah Kelurahan Polewali Peringati Hari Bumi Sedunia

Pemerintah Kelurahan Polewali Peringati Hari Bumi Sedunia
Pemerintah Kelurahan Polewali Peringati Hari Bumi Sedunia

Pemerintah Kelurahan Polewali bekerja sama dengan BPDASHL Lariang Mamasa dan Yayasan Lindungi Hutan peringati hari bumi sedunia. Minggu (21/04/2019). Kegiatan yang diselenggarakan tersebut diberi nama Rawat Bumi Polewali Mandar.

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 26 komunitas yang turut meramaikan dan berpartisipasi dalam kegiatan Rawat Bumi Polewali Mandar. Dengan tema “Bersama Menghijaukan Indonesia”.

Panitia pada kegiatan tersebut telah menyediakan pohon mangrove sekitar 1000 pohon untuk ditanam. Serta pohon tanjung sebanyak 500 pohon, ketapang kencana 500 pohon dan Glodokan 500 pohon.

Kegiatan Rawat Bumi Polewali Mandar, dibuka secara resmi Kepala Bidang Kehutanan yang diwakili Rahmat. Pada kesempatannya, ia juga Sekaligus memberikan sambutan dan memandu simulasi penanaman pohon di acara tersebut.

Sambutan pertama disampaikan oleh Pemerintah Kelurahan Polewali, Stephanus Buntu Madika menyampaikan, ada tiga lokasi secara bersamaan memperingati hari bumi sedunia (21/04).

“Pada saat ini ada tiga lokasi secara bersamaan di Polman kita peringati yaitu pertama di Bajoe, kedua di Kampung Appe kelurahan Polewali dan di lapeo campalagian”. Tutur Stephanus.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas yang hadir untuk berpartisipasi pada kegiatan Rawat Bumi Polewali Mandar yang dilaksanakan di tiga lokasi tersebut.

Rahmat, mewakili Kepala Bidang Kehutanan dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Tapi harus dilanjutkan dengan kesadaran masyarakat untuk senantiasa merawat dan menjaga hutan yang ada di Indonesia.

“Harapan kami dari dinas kehutanan agar kegiatan ini bukan hanya seremonial tapi akan berlanjut”. Kata Rahmat. “hutan bagi kami adalah sumber kehidupan”. Lanjutnya.

Setelah memberikan sambutan dan membuka acara tersebut, Rahmat melanjutkan tugasnya untuk memandu simulasi penanaman pohon. Ia menjelaskan bagaimana teknik dalam penanaman pohon mangrove.

Menurutnya teknik penanaman pohon tersebut sebenarnya mudah saja karena tidak memerlukan terlalu banyak proses sebelum menanamnya.

 

“Artinya kalau menanam pohon di dataran tinggi harus membuat lubang, memasukkan pupuk dan harus ada perawatan”. Tutur Rahmat.

“Sementara penanaman pohon mangrove hanya diserahkan dengan kondisi alam”. Jelasnya.

Pemanduan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta yang hadir untuk mengetahui teknik penanaman pohon mangrove yang akan dilaksanakan setelah acara pembukaan tersebut berakhir.(pattae.com)


Penulis: Iwank*
Kontributor: Haslinda*

Video : Lomba Makkaru Pada Festival Buah Batetangnga