Pemprov Sulbar Gelontorkan Rp 23,2 M untuk Program MARASA ke Desa-Kelurahan

Program Marasa
Gubernur Sulbar Andi Ali Baal Masdar membuka Rakor Program Marasa di Hotel Ratih Polewali, Selasa (23/3)

Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Andi Ali Baal Masdar membuka Rapat Koordinator (Rakor) program MARASA (Mandiri, Cerdas, dan Sehat) Di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Selasa 24/3/2021.

Pada pembukaan Rakor Program MARASA tahun ke-3 (2021) itu. Ali Baal menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 23,2 Milyar ke 43 Desa dan 73 Kelurahan se-Sulawesi Barat.

Gubernur Sulawesi Barat dalam sambutannya juga menyampaikan, Program Mandiri, Cerdas, dan Sehat tahun ini. Selain menyentuh wilayah Desa, juga menyasar wilayah Perkotaan tingkat Kelurahan dengan menitikberatkan pada pola pemberdayaan masyarakat di Kelurahan.

“Sehingga persoalan prioritas di Kelurahan seperti isu lingkungan. Bisa diatasi dengan tetap berbasis Data yang ada dan diharapkan bisa memberi perubahan kepada peningkatan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat,” jelas Gubernur Sulbar yang akrab disapa ABM. Pada Rakor dan Sinkronisasi program MARASA 2021 tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Ratih, Selasa (23/3).

Berbeda dari tahun sebelumnya, anggaran Program MARASA tahun kemarin (2020) terfokus pada Desa. Tahun ini, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Juan mengatakan, Kelurahan masuk dalam daftar penerima program MARASA Tahun Anggaran 2021.

Juan mengatakan, 43 Desa dan 73 Kelurahan se Sulawesi Barat yang mendapat dana MARASA, terdapat di beberapa Kabupaten seperti Pasangkayu 4 Kelurahan. Di Kabupaten Mamuju sendiri terdapat 13 Kelurahan, 13 Desa. Kabupaten Majene 20 Kelurahan dan 1 Desa. Sedangkan Kabupaten Polewali Mandar sebanyak 23 Kelurahan dan 10 Desa. Kabupaten Mamasa terdapat 13 Kelurahan dan 19 Desa.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat. Dibuka secara resmi Gubernur Sulbar didampingi Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris, Staf Ahli dan Tenaga Ahli Gubernur. Kepala OPD Provinsi Sulbar, Kepala OPD Kabupaten Se Sulbar. Terdapat juga para perwakilan/Koordinator Tenaga Pendamping Profesional di tingkat Provinsi, Kabupaten dan pihak Bank Indonesia, dan Rektor Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR).