Pemuda Timorang Gelar Festival Nelayan Menyambut Tradisi Massorong

Festival Nelayan Timorang
Persiapan Festival Nelayan Timorang

Pemuda Timorang gelar Festival Nelayan Timorang, di Dusun Lendang Desa Tonyaman Pulau Batto, Kecamatan Binuang mulai Senin (26/10) malam hari hingga Jumat (29/10/2021).

Festival yang telah direncanakan sebulan lamanya itu, dalam rangka menyambut pelaksanaan tradisi Massorong” masyarakat Timorang pada, Jumat (29/10) mendatang.

Pemuda Timorang Dusun Lendang bersama Masyarakat setempat, bekerjasama dengan organisasi Mahasiswa dan beberapa Komunitas lainnya.

“Alhamdulillah sejauh ini kita sudah mempersiapkan semua mulai dari panggung, lampu serta peserta lomba festival nelayan Timorang nanti sudah siap. Dan, kami sangat bersyukur karena kegiatan ini, tidak lepas dari dukungan orang tua kami disini. Serta Mahasiswa dan beberapa Komunitas di Binuang,” ujar Ical, Pemuda Timorang

Kegiatan Festival Nelayan Timorang nantinya. Mulai pembukaan sampai malam berikutnya, akan diisi pertunjukkan beberapa kegiatan seperti Lomba tari, mancing, balap perahu dayung dan mesin, hingga lomba sambung tulang, dan kegiatan lainnya.

Pada puncak kegiatan hari Jumat (29/10) pagi, acara Sakral “Massorong” dilaksanakan dengan membawa sesajian hasil bumi dari laut Pulau Battoa. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan pawai perahu.

Kegiatan festival dilaksanakan sebelum perayaan “Massorong” dilaksanakan, meunurut penuturan Abdullah (62), sesuai kepercayaan nenek moyang terdahulu, jika kegiatan di laut sudah dilakukan. Maka bentuk perayaan didarat sudah tidak diperbolehkan lagi. Karena itu, festival dilaksanakan sebelum tradisi “Massorong” dilakukan.

Festival Nelayan & Tradisi Massorong

“Massorong” sendiri, merupakan tradisi tahunan masyarakat Timorang yang dilaksanakan dengan cara membawa beragam sesajian ke laut.

Mayoritas masyarakat Timorang, menjadikan laut sebagai sumber mata pencaharian. Karena itu, tradisi turun temurun masyarakat Timorang dilakukan, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, sang pemberi rezeki.  

“Selalu ji memang setiap tahun kita disini selalu adakan kaya orang biasa lakukan pesta panen. tapi kalau kita disini dibawa ke laut sebagai bentuk syukur ta karena laut sebagai mata pencaharian,” ungkap Darawisah.

Sesuai pantauan Kontributor Pattae.com, Festival Nelayan Timorang mulai dari kalangan Anak-anak, Pemuda serta Masyarakat nampak antusias. Saling mendukung dalam mensukseskan kegiatan Festival Nelayan Timorang sampai di acara Sakralnya nanti.

Masyarakat berharap ada dukungan atau perhatian dari Pemerintah setempat dalam melakukan dan mempertahankan tradisi warganya di Pulau Battoa. Tak hanya itu, mereka juga minta diperhatikan, baik dalam bidang Pendidikan maupun Kesehatan.[*]