Pendukung Desak Andi Nursami Segera Deklarasi Cabup Polman 2024

Deklarasi Cabup Polman 2024
Andi Nursami Masdar Deklarasi Cabup Polman 2024

Tim Keluarga Andi Nursami Masdar (KITA SAMA) mengaku mendapat desakan dari para pendukung agar Andi Nursami segera deklarasi kan diri sebagai Calon Bupati Polewali Mandar (Cabub Polman) 2024 mendatang.

Mendapat Banyak Dukungan, Andi Nursami Masdar menunggu waktu tepat untuk deklarasi. Hal tersebut di sampaikan A Muh Mahesa Nursada, selaku Tim Keluar Andi Nursami Masdar

“Kami harus akui bahwa banyak desakan dari pihak keluarga, sahabat, komunitas, kelompok profesi dan Masyarakat untuk mendeklarasikan sebagai calon bupati POLMAN 2024.” ujar Mahesa.

“Kami dari Tim keluarga KITA SAMA sangat menghargai dan berterimakasih atas dukungan tersebut,” tambah anak kandung Andi Nursami Masdar tersebut.

Tidak terburu-buru mendeklarasikan Andi Nursami Masdar sebagai Cabub Polman 2024 di sebabkan beberapa pertimbangan. Mengingat ada proses penentuan calon di internal keluarga.

Selain itu, juga menjaga profesionalisme nya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk tetap fokus bekerja sebaga Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Polewali Mandar.

“Jadi itu beberapa poin yang harus kami patuhi untuk tidak buru-buru melakukan deklarasi. Kita SAMA menunggu momen yang tepat untuk Deklarasi nanti” Ujar Mahesa.

Belakangan ini semakin banyak Nama-nama publik figur dari berbagai kalangan bermunculan untuk mempersiapkan diri sebagai calon Bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Polewali Mandar 2024 mendatang.

Bahkan, diantara mereka sudah ada yang melakukan Deklarasi Cabup Polman 2024. Seperti, Dirga Putra Singkarru dan Andi Masri Masdar.

Hal itu mendapat tanggapan dari pengamat Pemerintahan Universitas Sulawesi Barat Andi Nur Fiqhi Utami.

Deklarasi yang di lakukan seorang ASN menuju Pilkada Polman 2024, Andi Nur Fiqhi Utami mengingatkan. Untuk tetap menjaga profesionalisme dan kepatuhan terhadap UU ASN. Terutama yang terkait netralitas ASN dalam politik praktis.

“Jika komitmen tersebut dapat di jaga. Maka akan menjadi preseden positif bagi demokrasi di daerah dan bisa saja menjadi indikator penilaian bagi masyarakat,” tanggapnya.[*]