Pengaji Senja Ajang Ngabuburit Rumah Baca Inspirasi

Rumah Baca Inspirasi letak geografisnya adalah pesisir pantai. Yah, mereka bersepakat ngabuburit ala anak-anak pantai, meramu bahagia lewat program Pengaji Senja.
Rumah Baca Inspirasi letak geografisnya adalah pesisir pantai. Yah, mereka bersepakat ngabuburit ala anak-anak pantai, meramu bahagia lewat program Pengaji Senja.

Ayat-ayat suci terlantun merdu, ombak memecah, seketika senja perlahan muncul, menyaksikan para Pengaji Senja dari Rumah Baca Inspirasi, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat.

Momentum Pengaji Senja dilakukan di hari Sabtu 24 April 2021, Dermaga Pantai Belang-belang Tonyaman menjadi spot terkeren. Rumah Baca Inspirasi letak geografisnya adalah pesisir pantai. Yah, mereka bersepakat ngabuburit ala anak-anak pantai, meramu bahagia lewat program Pengaji Senja.

Para Pengaji Senja bertadarus, melanjutkan ayat-ayat yang dibaca dari hari-hari sebelumnya, ada yang bacaannya baru 5 juz. Bahkan ada pula sampai tuntas, khatam 2 kali, selama bulan suci Ramadan ini berjalan.

Suara ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di Pantai Belang-belang, para Pengaji Senja berlomba-lomba memesrai ayat-ayat suci Al-Qur’an, di sepanjang pesisir pantai pun, kita disuguhkan rutinitas orang-orang laut, jelang senja, para nelayan ada yang sibuk membenahi perahunya. Ada pula pengunjung asyik menikmati senja, sembari memancing ikan. Ada pula sedang menunggu perahu penyeberangan ke pulau seberang, membawa makanan takjil untuk disantap berbuka bersama keluarganya.

Ombak terhempas merdu, Pantai Belang-belang dihiasi pancaran senja nan indah, semesta menyaksi betapa berkah Ramadan jika diisi dengan amalan sholat, ngaji, puasa dan ibadah-ibadah sosial lainnya. Menelisik makna bertadarus Al-Qur’an, sepatutnya kita mulai beranjak perlahan mentadaburi, membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, hingga termanifestasi dalam laku diri, serta laku sosial.

Seketika pandanganpun tertuju pada kebiasaan masyarakat nelayan, yah, di Pantai Belang-belang ini, aku meneguk banyak sari pengetahuan tentang semangat para Pengaji Senja. Serta menyaksikan bagaimana laki-laki dan perempuan nelayan itu, saling bekerja sama, bagaimana roda kehidupan berjalan dengan menumbuhkan ibadah sosial, saling berbagi.

Ah, sungguh realitas ini terkandung dalam isi-isi Al-qur’an, dimana kita penting memahami bahwa tak hanya sebatas memaknai Al-Qur’an secara teks, namun penting dimaknai secara kontekstual.

Anganku membumbung tinggi sambil menatap cahaya senja, para penafsir-penafsir serasa memantik ingatanku seketika, ayat-ayat Al-Qur’an di turunkan karena ada Asbabun Nuzul, yaitu membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu, atau beberapa ayat Al-Qur’an diturunkan.

Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untuk menemukan tafsir, dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu.

Ah, senja perlahan tenggelam, para pengaji senja pun satu persatu mengakhiri tadarus, ada yang menandai halaman terakhir bacaan. Dengan melipat ujung lembar Al-Qur’annya, ada yang memberi penanda dengan tali dan kertas.

Kesan bahagia, suasana adem terasa, yah satu petikan pesan hari ini, mengaji itu tak harus di masjid, di rumah, kita bisa memesrai semesta, sambil mengaji di pantai, di bukit, atau di mana saja.

”Ayo mencari tempat dan suasana yang berbeda, dengan memilih pantai sebagai ciri khas Desa Tonyaman, alhasil kami menemukan view laut-sunset, senada agenda yang kami garap,” ungkap Ilham selaku Pendiri Rumah Baca Inspirasi.

Senja pun terbenam, para Pengaji Senja akhirnya berbuka puasa, dan melanjutkan diskusi buku tentang Sebuah Seni bersikap Bodo Amat karya Mark Marson. Acara diskusi dilaksanakan setelah shalat magrib, dan berlanjut setelah shalat tarwih.

Diskusi buku dilaksanakan di sekertariat Rumah Baca Inspirasi, dipantik oleh Muhammad Naim, yang juga selaku pegiat literasi di Rumah Baca Inspirasi. Malampun menyaksikan hingga diskusi buku selesai.

Satu pesan si pemantik “Tetaplah mengasa sisi spritual di bulan suci Ramadhan, jadilah pribadi yang memiliki visi hidup, temukan jati diri dengan tetap tangguh, melakoni alur kehidupan, beranilah berbeda dari orang lain,” tutup Muhammad Naim.