Pengerukan Jalan Trans Sulawesi di Polman Telan Korban

Jalan Trans Sulawesi
Perbaikan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Polewali Mandar

Perbaikan jalan Trans Sulawesi dengan cara pengerukan di Polewali Mandar telan korban jiwa yang diduga karena minimnya tanda rambu terpasang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengerukan jalan menuai protes dari masyarakat lewat media sosial terkait adanya proses pengerukan jalan mulai Matakali sampai di wilayah Binuang.

Mirisnya, sejak adanya kegiatan pengerukan jalan tersebut. Banyak pengendara terjatuh karena tak ada ada penanda.

Selain kegiatan pengerukan jalan yang disertai tanda rambu di jalan, lampu penerangan jalan juga banyak yang tidak menyala sehingga sejumlah ruas jalan gelap.

Salah satu warga Lantora Wahyuni menyampaikan selain peristiwa kecelakaan yang terjadi di Matakali dan Polewali lantaran galian aspal, kecelakaan juga terjadi di jalan Andi Depu Lantora mengakibatkan seorang remaja luka parah disekucur tubuhnya.

“Sudah berapa korban akibat Pengerokan aspal, mulai kemarin sampai saat ini sudah ada 4 korban bahkan katanya sudah ada yang meninggal dunia,” terang Wahyuni saat dikonfirmasi, Rabu (25/10/2023).

Terpisah, Kepala PPK 1.2 Provinsi Sulbar Satker PJN Wilayah 1 Sulawesi Barat Ilham mengatakan pihaknya akan segera memerintahkan ke anggotanya untuk menambah tanda rambu jalan.

Ilham menjelaskan bahwa Pengerokan aspal yang dilakukan saat ini adalah bagian dari pemeliharaan sebelum terjadi kerusakan

Sementara itu Kasatlantas Polres Iptu Kadriansyah menyampaikan, laporan yang diterima ada dua tetapi pihaknya masih akan memastikan apakah kecelakaan tersebut diakibatkan oleh adanya lobang tersebut atau karena jalannya yang licin karena saat itu tengah hujan dan gelap karena malam.

“Rata-rata kejadiannya adalah diwaktu hujan dan malam, lokasi kejadiannya tidak jauh dari lokasi pengerukan jalan,” jelas Kasatlantas Polres Polman Iptu Kadriansyah.

Lanjutnya, belum ada laporan resmi terkait lakalantas yang kami terima, informasi adanya korban dari media sosial dan belum ada keluarga korban yang datang melapor sehingga kami belum dapat melakukan tindaklanjut.

Ia juga menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT. Bumi Karsa selaku pelaksana proyek perbaikan jalan. Hasil koordinasi dengan pihak PT. Bumi Karsa. Pihak perusahaan menghentikan penggalian jalan dan fokus melakukan penambalan, akan memasang rambu pada titik jalan yang dilakukan pengerukan dan secepatnya akan menyelesaikan perbaikan jalan tersebut.[*]