Pentingnya Buku Nikah, Mahasiswa IAI DDI Sosialisasi ke Masyarakat

Sosialisasi pentingnya buku nikah
Sosialisasi pentingnya buku nikah di Desa Tonyaman oleh KKN IAI DDI Polman, Sabtu 13/4/2019.

Sosialisasi pentingnya mempunyai buku nikah, digelar oleh Mahasiswa IAI DDI Polman yang sedang menjalankan program KKN. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan dengan kegiatan penyuluhan di Kantor Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sabtu (13/04/2019).

Kegiatan penyuluhan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dibuka secara resmi Pemerintah Desa yang diwakili H Munir. Dalam sambutannya ia menyampaikan agar  peserta yang hadir dapat menyimak dan mencermati materi yang akan disampaikan oleh dua narasumber yang hadir.

Pada kegiatan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan itu, terdapat pemaparan materi dari dua narasumber yang hadir.

Pemateri pertama sekaligus Dosen IAI DDI Polman menekankan pentingya buku nikah dimiliki setiap orang yang telah melakukan pernikahan dengan sah. Baik menurut hukum Islam maupun hukum positif yang berlaku di Indonesia.

“Sebab buku nikah itu adalah akta otentik yang dibuat oleh pejabat yang berwenang”. Jelas Kahar, saat menyampaikan materinya.

Kahar saat akan meninggalkan tempat kegiatan tersebut, kembali memberikan tanggapannya mengenai program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN tersebut.

“Saya kira kegiatan mahasiswa KKN IAI DDI Polman ini memberi pemahaman yang bagus tentang perkawinan dan pentingnya buku nikah oleh setiap warga negara”. Tutupnya.

Selain itu ibu penyuluh Agama Kecamatan Binuang, juga menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa KKN IAI DDI IAI Polman yang berhasil menyelenggarakan kegiatan penyuluhan/ sosialisasi tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan seperti ini yang sangat membantu bagi masyarakat”. Jelas Hj Murni.

“tanggapan kami sebagai penyuluh agama, Alhamdulillah sangat luar biasa”. Lanjutnya.

Selain itu, Puang Nunni, sapaan Hj Murni, juga menambahkan penjelasannya mengenai masalah pernikahan dibawah umur dan  masyarakat yang belum memiliki buku nikah. Menurutnya, masih banyak ditemukan di Desa se Kecamatan Binuang.

“Ya masalah seperti kawin di bawah umur lah dan masalah masyarakat yang tidak punya akta nikah”. Tutupnya.

Sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini menurutnya, sangat baik dan dapat membantu  khusus masyarakat Tonyaman. Supaya sadar akan pentingnya buku nikah tersebut untuk dimiliki bagi masyarakat yang telah menikah.

Kordes KKN IAI DDI Polman, M Arasi menyatakan, kegiatan tersebut sengaja dimasukkan kedalam program kerja sesuai hasil observasi mereka sebelumnya.

“Kegiatan ini  diselenggarakan berdasarkan hasil observasi kami di lapangan”. Jelasnya.

Kordes tersebut berharap besar kepada masyarakat Tonyaman agar bisa memahami dan sadar akan hukum. Berkenaan dengan pentingnya mempunyai buku nikah tersebut.

“Sengaja kami datangkan pemateri dari Pengadilan Agama sehingga masyarakat dapat memahami prosedur pengurusan buku nikah tersebut”, Tutupnya. (pattae.com)

Penulis: Iwank*

Faisal Nur, Putra Batetangnga Dapat Beasiswa ke Negara Maroko