Perempuan Polman Bersuara Menuntut RUU PKS Segera Disahkan

Perempuan Polman Bersuara
Aksi Unjung Rasa Perempuan Polman Bersuara di depan Kantor DPRD Polman, Selasa (22/12).

Memperingati Hari Ibu Nasional, Perempuan Polman Bersuara (PPB) mendesak anggota DPRD Polewali Mandar untuk mendukung disahkannya Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), depan kantor DPRD Polewali Mandar, Selasa 22/12/2020.

Desakan tersebut disampaikan Perempuan Polman Bersuara saat melakukan aksi demonstrasi depan kantor DPRD Polman yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita

Puluhan massa aksi yang terdiri dari mayoritas perempuan tersebut. Selain ber-orasi, mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Sahkan RUU PKS dan Stop kekerasan terhadap perempuan’.

Tuntutan untuk segera mengesahkan RUU PKS itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Tika mengatakan, karena tidak adanya payung hukum yang jelas terkait perlindungan kaum perempuan.

“Perempuan-perempuan Polewali Mandar sangat membutuhkan di sahkannya RUU PKS karena tidak ada payung hukum yang membahas tuntas tentang kekerasan seksual secara menyeluruh” pungkasnya.

Salah satu massa aksi Perempuan Polman Bersuara Dina mengklaim, kekerasan seksual banyak terjadi di Polewali Mandar, berakhir secara kekeluargaan. Hal itu terjadi, kata dia, karena tidak adanya perlindungan Negara atas perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual.   

“Di Polewali Mandar sendiri, banyak terjadi tindak kekerasan seksual yang hanya diselesaikan secara kekeluargaan karena korban takut namanya tercemar di lingkungan masyarakat. Tapi dengan adanya RUU PKS korban mendapatkan tiga hak. Hak atas penanganan, Hak atas perlindungan dan Hak atas rehabilitasi,” ucapnya

Pada aksi unjuk rasa itu, massa mengklaim mendapat respon dari Anggota DPRD Polman dan mendukung disahkannya RUU PKS tersebut.

Setelah kurang lebih tiga jam melakukan demonstrasi, massa aksi pun membubarkan diri pada pukul 12.20 Wita.

Kontributor: Anggi*