Permahi: Ada Mafia Pajak Ritel Modern di Polman

Mafia Pajak
Hipermahi Polman tuntut Mafia Pajak

Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Polewali Mandar (Polman) geruduk Kantor PTSP menuntut tuntas dugaan adanya mafia pajak pasar ritel modern di Polman. Kamis (11/8/2022).

Ketua Permahi Polman Faisal Basri, menyampaikan, sejumlah ritel modern yang telah beroperasi belum melakukan pembayaran pajak ke khas daerah.

“Informasi tersebut dikumpulkan dari kader-kader Permahi dan didapatkan ternyata semua ritel modern di Kabupaten Polman. Belum membayar pajak sementara ritel modern sudah beroperasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kewajiban bayar pajak ketika tidak tepat waktu pasti akan dikenakan denda. Sehingga ia meminta dokumen atau bukti pembayaran apakah terbukti sudah terbayarkan atau belum.

“Kami meminta transparansi dokumen pajak PTSP Polman. Sesuai informasi yang didapatkan bahwasanya ritel modern yang ada di Kabupaten Polman terlambat dalam membayar pajak,” tegasnya.

Ia juga menduga indikasi kerugian ratusan juta ketika ini tidak di usut tuntas. Sehingga pihaknya tetap melakukan pengembangan data untuk melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi.

Sementara itu, Sekretaris PTSP Polman Agus mengatakan dokumen pajak yang di minta itu seperti apa, lantaran pembayaran pajak di sini banyak jenisnya.

“Yang berhak menilai pengusaha itu melanggar atau tidak itu yang tentukan OPD teknis yang membuat rekomendasi untuk diberikan izin. Terkait acuh tak acuh pengusaha dari teguran, Satpol PP berhak memberikan memberikan teguran,” Jelas Sekretaris PTSP Polman.

Kasatpol PP Arifin Halim mengatakan, jika memang benar adanya pengusaha ritel modern yang belum membayar pajak pihaknya akan menindaklanjuti. Bersama OPD tertentu yang menangani pembayaran pajak.[*]