Pers Rilis Jaringan Alumni Ponpes DDI Al Ihsan Kanang Tentang Pergantian Pengurus Pondok

Jaringan Alumni Ponpes DDI Al Ihsan Kanang
Ponpes DDI Al Ihsan Kanang

Jaringan Alumni Pondok Pesantren DDI Al Ihsan Kanang angkat bicara terkait polemik pergantian pengurus secara tiba-tiba Ponpes DDI Al Ihsan Kanang yang tengah rami diperbincangkan masyarakat.

Alumni Ponpes DDI Al Ihsan Kanang menyampaikan hasil kajian mereka terkait problem yang tengah dihadapi Ponpes DDI Al Ihsan Kanang yakni pergantian pengurus secara tiba-tiba dan terkesan sentimen kepada pengurus lama.

Hasil kajian para alumni tersebut disampaikan melalui pers rilis yang berjudul “Kronologis Kudeta Kepengurusan Pondok Pesantren DDI Al Ihsan Kanang” dan di sebar ke wartawan via WhatsApp, Jumat (11/3/2022). Berikut isi Pers Rilisnya.

Ditengah Dinamika Pondok pesantren yang menunjukkan dinamika yang menggembirakan  dengan mengacu pada aspek sarana, kualitas tenaga Pendidik dan kualitas Alumni, nyaris tidak terdengar ada masalah serius.

Namun dibalik itu semua, sekelompok masyarakat yang kemudian tidak puas dengan situasi pondok pesantren. Kemudian melakukan gerakan senyap, mencoba mencari hal-hal yang terjadi di Pondok pesantren, dan menjadikan informasi-informasi itu sebagai bahan laporan kepada PB DDI.

Sekelompok Masyarakat ini yang mengatasnamakan diri toko masyarakat, toko adat, toko pemuda dan lain-lain, kemudian melakukan pertemuan 08 Januari 2022 bertempat di Pondok pesantren DDI Ujung Lare dengan PB.DDI. Beberapa masyarakat dari toko Adat, toko Agama, toko Pemuda, dan Mengatas namakan orang tua santri yang pada intinya Memohon perubahan pengurus.

Atas dasar inilah PB DDI mengeluarkan SK yang pada intinya memutuskan mendemisionerkan Pimpinan Pondok yang lama Dan Mengesahkan pengurus baru Pesantren DDI Kanang.

Setelah terbitnya SK PB DDI nomor: PB-DDI/K.102/1/2022, pihak pengurus baru kemudian mengumumkan dihari Jumat bertempat di masjid Raya Masjid Nurul Huda batetangnga, dampak yang ditimbulkan adalah munculnya Pro dan kontra, berkembangnya banyak informasi dibalik proses pergantian pengurus yang cenderung melakukan cara-cara politik.

Pasca pengumuman masyarakat jadi terbela menyikapi, hal ini berdampak kepada santri dan kemudian beberapa wali santri mulai mempertanyakan situasi Pesantren pasca kudeta terjadi.

Masyarakat menganggap perkembangan pesantren selama ini sudah sangat baik mengapa dilakukan pergantian pengurus, padahal konfirmasi kami kepada pengurus lama DR.H.Adnan Nota, kepengurasannya 2019-2024 yang ditanda tangani oleh pengurus wilayah”.

Catatan Kritis Alumni

Adapun catatan kritis alumni Ponpes DDI Al Ihsan Kanang dalam pers rilisnya terkait pergantian pengurus Ponpes Al Ihsan DDI Kanang terdapat 7 poin penting.

  1. Berdasarkan hasil diskusi dan konfirmasi ke beberapa pihak tentang masa Bakti kepengurusan, Pengurus lama 2019-2024. Namun PB kemudian mengeluarkan SK PB.DDI tentang Pergantian Pengurus Baru.

Kami sebagai alumni berpendapat ketika pihak PB melihat masa kepengurusan sudah lewat maka hal yang mesti dilakukan oleh pengurus besar adalah meminta kepada Pengurus daerah dan pengurus wilayah untuk melakukan teguran kepada Pimpinan Pondok agar melakukan Musyawarah, sehingga cara-cara pengumpulan tanda tangan, dan cara-cara yg semestinya tidak dilakukan dan mengedepankan musyawarah dalam pergantian pengurus, sehingga perkembangan Pondok Pesantren kedepannya tidak mewarisi  cara cara yang terkesan politis dan tendensi pribadi yang dapat merugikan perjalanan Pondok pesantren.

  1. Rapat Pertemuan dengan Tokoh masyarakat, tokoh Adat,tokoh Agama,para Pewaqif, para guru di Ujung Lare tanggal 08 Januari 2022, dan Permohonan para lintas tokoh masyarakat Batetangnga tentang usulan pergantian pengurus

Sebagai Alumni kami berharap Pengurus PB DDI, PD DDI, Dan PW DDI seyogyanya melakukan proses tabayyun kepada Pengurus lama, sehingga tidak ada asumsi asumsi negatif yang dapat merugikan orang-orang tertentu.

  1. Terbitnya SK PB.DDI Tentang Pergantian Pengurus.

Pasca terbitnya SK PB DDI melahirkan beberapa respon yang beragam.

  1. Bagi masyarakat Pelopor Pergerakan senyap merasa puas dengan keputusan PB.DDI dan terjadinya perubahan struktur yang masif sesuai yang mereka harapkan.
  2. Bagi masyarakat yang tidak mengetahui adanya pergerakan senyap ini, mereka bertanya-tanya karena cenderung terkesan kudeta karena tidak didasari dengan proses Musyawarah.
  3. Wali santri Banyak yang mendorong Alumni untuk mengkomunikasikan aspirasi para wali santri khususnya wali santri diluar Desa batetangnga, mereka sebahagian tidak puas dengan keluarny SK PB.DDI.
  4. Beberapa santri berencana akan meninggalkan Pondok dan trauma mendengar Pemberhentian Pengurus Pondok pesantren.

Tawaran Solusi Alumni Ponpes DDI Al Ihsan Kanang

Aliansi Alumni DDI Al Ihsan Kanang setelah mengkaji dan menganalisis problem di Ponpes DDI Al Ihsan Kanang. Dalam pers rilisnya juga menawarkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang menurutnya sudah masuk pada rana perpecahan hubungan kekeluargaan.

Adapun tawaran solusi yang diajukan para alumni Ponpes DDI Al Ihsan Kanang, yakni:

  • PB.DDI diharapkan membentuk tim mediasi dua kelompok antara pengurus lama dan pengurus baru. Kami memohon KEPADA PB agar mengklaripikasi langsung kepada pengurus lama, beberapa laporan kelompok masyarakat yang menjadi dasar keluarnya sk baru.
  • PB.DDI diharapkan dapat meninjau kembali atau merevisi  SK. Nomor PB-DDI/K.102/1/2022, dimana keluarnya SK tanpa sepengetahuan pengurus wilayah, yang telah berdampak pada perpecahan warga DDI dan perpecahan keluarga terkhusus masyarakat yang ada di desa batetangnga.
  • Mengambil alih kepengurusan pondok pesantren sementara dan menunjuk tim yang independen sambil memfasilitasi musyawara dalam pembentukan kepengurusan pondok pesantren.