Persoalan Sampah Belum Ada Titik Temu, Warga Tetap Blokade TPA Paku

perosalan Sampah
Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas terkait TPA Paku, Rabu (2/6)

Polemik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Binuang dusun Passube Desa Paku Kecamatan Binuang belum menemukan titik temu. Menurut Pemerintah Polewali Mandar, masih dalam proses pengkajian.

Hal itu disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD Polewali Mandar membahas terkait TPA Paku dengan menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hj. Rahmin. Sekretaris Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hikmah.

Hadir juga Camat Polewali, Matakali, Wonomulyo, Campalagian, dan Camat Tinambung. Camat Binuang mengikutkan Kepala Desa Amola dan Kepala Desa Paku serta UPTD sampah Desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar Andi Bebas Manggazali menyampaikan, semua aspirasi dan masukan masyarakat akan di sampaikan ke Bupati bagaimana kebijakan-kebijakan kedepannya.

“Masih dikaji, karena kedatangan saya ini sebagai pemerintah tidak punya Kebijakan sama sekali untuk menentukan sikap. Sehingga kita menunggu kedatangan pak Bupati dulu untuk membicarakan seperti apa Solusi kedepannya,” ucap Andi Bebas setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat di ruang Aspirasi DPRD Polman, Rabu (2/6/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar Hj. Rahmi menjelaskan TPA Paku sudah masuk standar dengan pembangunan kolam kolam penyaringan. Namun karena ada kebocoran akibat over kapasitas sehingga terjadi lah pencemaran.

Masyarakat Paku dan Mahasiswa tetap menolak membuka blokade jalan masuk TPA untuk mobil pengangkut sampah dan meminta TPA di tutup secara permanen.

Jafar setelah mendengar penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, selama keputusan hanya dilakukan perbaikan saja. Menurutnya bukan solusi tepat. Solusi terbaik untuk TPA Paku adalah dengan menutupnya secara permanen.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hikmah mengatakan, over kapasitas TPA di Paku suatu hal yang wajar. Karena sudah 10 tahun lamanya beroperasi.

Sehingga menurut Hikmah untuk mengurangi over kapasitas tersebut harus ada penambahan luas lahan TPA Paku.

Ketua DPRD Polman Jupri Mahmud mengatakan, menunggu hasil penyampaian Sekda ke Bupati untuk dibahas kembali di DPRD.