Proyek Irigasi
Foto: Proyek Irigasi Saluran Sekunder Maloso yang Mandek.

Petani Keluhkan Mandeknya Proyek Irigasi ke DPRD Polman

DPRD Kabupaten Polewali Mandar didatangi perwakilan petani asal kecamatan Luyo dan Campalagian. Mengeluhkan terkait proyek irigasi saluran sekunder Maloso yang tak kunjung selesai dibangun.

Sudah tak sabar terus di janji terkait penyelesaian proyek tersebut, petani dari dua kecamatan itu pun langsung mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan keluh kesahnya yang tidak bisa bertani lagi akibat irigasi macet.

Para perwakilan petani saat tiba di kantor DPRD Polman, diterima langsung Wakil ketua II DPRD Hamzah Syamsudin. Bersama Wakil ketua Komisi III Juanda, Rahmadi dan Karmi, di ruang Aspirasi kantor DPRD Polewali Mandar, Rabu (3/2/2021).

Para petani asal Luyo dan Campalagian itu pun langsung menyampaikan keluh kesahnya terkait proyek irigasi yang mengairi lokasi pertanian mulai dari desa Mambu sampai, desa Baru Kecamatan Luyo. Hingga ke lokasi persawahan petani di Campalagian.

Foto:SulfaRaeni

Menurut salah satu perwakilan petani kepada para Anggota Dewan. Proyek tersebut dijanjikan selesai bulan Desember (2020). Namun ternyata, sampai saat ini belum juga selesai. Hal tersebut mengakibatkan warga gagal turun sawah yang tentunya berdampak pada persediaan beras menipis.

“Irigasi tersebut mulai dikerjakan seharusnya bulan 10 (2020). Namun, dikerja bulan 11 dan mengaku selesai bulan 12. Namun, sampai saat ini pekerjaan tersebut belum selesai,” ungkap Bram, Ketua kelompok Tani Al Falaq kepada perwakilan DPRD, Rabu (3/2)

Lanjut Bram, yang juga merupakan ketua P3A mengatakan,”Selama ada proyek ini (Irigasi saluran sekunder Maloso) Sudah hampir 3 bulan kita ini tidak turun sawah. Jadi masyarakat ini resah, sudah habis dia punya bank untuk makanan,”

“Makanya kami datang kesini (Kantor DPRD) bagaimana caranya ini, kalau kita tidak cepat turun sawah ini? Bisa bisa kita hutang beras ini,” terangnya.

Mendengar hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III Juanda mengaku, tidak punya kewenangan dalam mengambil keputusan. Namun, pihaknya bersedia memfasilitasi para petani tuk bertemu dan menyampaikan ke pihak terkait. Perwakilan petani pun diajak bertemu langsung pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut.