PHS Hadiri Prosesi Peletakan Batu Pertama Ponpes NU Kanang

Ponpes NU Kanang
Ponpes NU Kanang

Profesor Husain Syam atau PHS, menghadiri prosesi peletakan batu pertama pendirian Pondok Pesantren Nahdatul Ummah (Ponpes NU) Kanang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Sabtu (2/4/2022).

Ponpes yang didirikan KH. Adnan Nota, di dua wilayah yaitu, desa batetangnga dan rea timur, mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Termasuk Prof Husain Syam yang diketahui memiliki latar belakang sebagai akademisi.

Tidak sekedar hadir, bersama tokoh masyarakat lainnya, PHS juga ditunjuk sebagai peletak batu pertama pendirian Ponpes NU Kanang. Pada kesempatannya, Rektor Universitas Negeri Mahassar tersebut merasa bangga menjadi bagian dari pendirian Pondok Pesantren.   

“Saya meyakini, dibawa tangannya pak Kiyai (Adnan Nota) yang sangat piawai, ini sudah terbukti ketika mengelola pesantren Al Ihsan Kanang. Itu yak, tidak bisa kita pungkiri, semua kemajuan satu demi satu dihadirkan, karena sosok beliau yang luar biasa,” ungkap Prof Husain,

“Saya Yakin, ini akan lebih baik dari yang sebelumnya” tambahnya.

Dalam proses pembangunan Ponpes NU Kanang, PHS memberikan sumbangan finansial kepala pengelolah, untuk di pergunakan dalam menyediakan sarana Ponpes NU Kanang.   

“Saya cukup 50 juta saja dulu untuk sementara, itu dalam bentuk finansial. Nanti akan saya beri bantuan melebihi dari semua,” lanjutnya.

PHS lakukan peletakan batu pertama Ponpes NU Kanang

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Nahdatul Ummah Kanang KH Adnan Nota, mengungkapkan, kegiatan pelatakan batu pertama hari merupakan awal pembangunan fisik Ponpes NU Kanang.

Untuk targetnya, akan rampung pada bulan April 2022 mendatang. Pertepatan dengan masa pembukaan penerimaan santri Baru Ponpes NU Kkanang tahun ajaran 2022-2023.     

“Terkait dengan keberadaan pondok pesantren, alhamdulillah hari ini telah kita lakukan peletakan batu pertama, dan insyaAllah ini simultan kontinu berjalan, kita targetkan 2 bulan pekerjaan fisik untuk asrama dan sekolah,” tutur mantan Pengasuh Ponpes DDI Al Ihsan Kanang, Sabtu(2/4).

Lebih lanjut Kepala Kantor Kemenag Mamasa itu mengatakan, ponpes NU Kanang yang mulai dibangun hari ini, akan membuka 2 program pendidikan formal yaitu, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah dengan mewajibkan para santri untuk mondok.

“Kenapa kita wajibkan mondok ini karena pengalaman di pondok pesantren sebelumnya yang saya pernah kelola. Itu kesulitan kita untuk mentransfer karakter pendidikan Pondok kepada anak-anak yang 2 tipologi tadi ini santri kalong dengan santri mukim perbedaannya 180°,” Jelas KH Adnan.  

Lanjutnya “Karena itu kita harapkan bukan cuma transfer nanti tapi ada transferan karakter kepada anak-anak kita. Itu hanya bisa dilakukan ketika pembelajaran dilakukan 24 Jalan dalam pengertian bahwa pembelajaran dilakukan dengan cara di pondokan dengan baik,”.

Hadir pada peletakan batu pertama Ponpes NU Kanang, yakni masyarakat setempat, Kepala Desa Batetangnga, dan Rea Timur. Selain itu tampak hadir juga  Pimpinan Pontren Syalafiah Parappe Annangguru KH Abdul Latif Busyrah sekaligus memimpin acara barsanji.[*]