Polda Sulbar Pastikan Distribusi Bantuan Tersalurkan Hingga ke Pelosok

Distribusi Bantuan
Kapolda Sulbar pastikan Distribusi Bantuan, bersama Pihak BNPB dan Forkopimda, Rabu (20/1). Foto: Doc. Humas Polda

Enam hari pasca gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Majene dan Mamuju, distribusi bantuan dari Pemerintah pusat dan relawan terus berdatangan. Kapolda Sulbar bersama Kepala BNPB dan Forkopimda, Pastikan distribusi Bantuan tersalurkan hingga ke Pelosok.

Guna memastikan distribusi bantuan korban terdampak gempa tersebut berjalan lancar dan merata hingga ke pelosok desa. Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno bersama Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur Sulbar Ali Ball Masdar, Danrem 142 Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan. Turun langsung meninjau situasi di pusat gempa yang berlokasi di desa Ulumanda Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, Rabu (20/01/21).

Eko Budi Sampurno mengungkapkan, kedatangannya untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalur distribusi yang akan dilintasi para relawan. Dengan pengamanan dari Personil Polda Sulbar.

“Saya kemari untuk melihat langsung pengamanan dan pengawalan jalur distribusi yang akan dilalui oleh para relawan,” tuturnya

Distribusi Bantuan ke Wilayah Pelosok Korban Gempa Sulbar, Rabu (20/1/2021)

“Saya meminta kepada seluruh personil yang bertugas agar tetap semangat dan ikhlas dalam membantu Masyarakat yang terdampak Gempa”, lanjutnya

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga sekaligus mengecek posko Malunda yang personil dari BKO Sat Brimob Polda Sulsel. Sekaligus mengecek kesiapan pers untuk membantu korban yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Malunda dan sekitarnya. Hingga ke pelosok yang sulit dijangkau.

Diketahui, gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter telah memorak-porandakan sebagian wilayah Provinsi Sulbar pada Jumat (15/1) lalu hingga ke pelosok Majene.

Sementara untuk data Korban meninggal akibat gempa di Sulawesi Barat, ditemukan bertambah 90 orang pada 19 Januari 2021. Data tersebut merupakan hasil laporan Tim BASARNAS Gabungan dalam konferensi pers, Selasa (19/1).

Selain itu, sesuai laporan Pusdalops BNPB, terdapat sekitar 19.435 warga mengungsi. Sedangkan untuk aliran listrik yang sempat mengalami gangguan di beberapa daerah di Mamuju, kini sudah kembali normal.