Polisi Ungkap Kasus Penipuan dengan Modus Jual Beli Mobil Secara Online

Jual Beli Mobil Online
Konferensi Pers Kapolres Polman, mengungkap kasus penipuan jual beli mobil online, Senin (27/9/2021).

Satuan Reses Kriminal (Sat Reskrim) Polres Polman berhasil mengungkap Pelaku Kasus penipuan jual beli mobil online dan menangkap 4 pelaku yakni berinisial KH (25), IS (24), AK (19) dan PD (31).

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono didampingi Kepala Satuan Reses Kriminal (Kasatreskrim) Polres Polman Iptu Agung Setyo dan Kepala Unit (Kanit) Tipiter IPDA Tio Septian Dwi Cahyo, menyampaikan, kasus tersebut diketahui setelah salah satu korban penipuan melapor.

“Setelah uang itu ditransfer kepada tersangka, baik nomor telepon dan akun FB tidak aktif. Sadar merasa tertipu korban pun melapor ke kami dan langsung dikembangkan, kami pun berhasil menangkap keempat tersangka” ungkap Kapolres Polman saat Pers Release didepan Kantor Mapolres Polman, Senin (27/9/2021).

Adapun modus operandi keempat tersangka memperdaya korbannya dengan cara membuat akun media sosial Facebook dan memalsukan identitasnya. Bahkan, untuk meyakinkan korban para pelaku menggunakan identitas salah satu anggota POLRI.

“Mulai dari foto, alamat hingga namanya palsu” kata Ardi

Setelah Pelaku utama KH (25) membuat akun Facebook dirinya kemudian menyebarluaskan informasi palsu berupa penawaran jual-beli mobil secara online.

Setelah mendapatkan korbannya, KH kemudian melakukan komunikasi. Jika korbannya tertarik, pelaku kemudian meminta Uang Muka (DP) sebanyak Rp.5.000.000 untuk di kirim.

Setelah korbannya mentransfer DP tersebut, ia kembali dimintai uang dengan berbagai alasan. Seperti, unit mobil yang korban pesan, terkendala dalam proses pengiriman.

Ani (40) warga Desa Kurma salah korban penipuan jual beli Mobil online tersebut mengaku, mengalami kerugian sebanyak Rp 31 juta.  

Kasatreskrim Polman Iptu Agung Setyo Menyebutkan tersangka yang berprofesi sebagai petani ini dengan pasal 45A ayat (1) Juncto pasal 28 ayat (1) undang-undang republik indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang republik indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan/atau pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 Tahun penjara denda paling banyak 1.000.000.000.00 (Satu Milyar Rupiah).

Adapun barang bukti yang digunakan tersangka berupa 1 buah akun facebook palsu, 1 unit HP Oppo A12, 2 unit HP Nokia 105, 1 unit HP Realme 5i, 1 unit samsung galaxy j2 prime, 1 buah buku rekening BRI a.n ISA, 1 buah kartu ATM BRI, 1 unit hp merek vivo y30, 1 unit hp vivo y83, sejumlah uang tunai Rp. 23.290.000 hasil dari penipuan, 33 kartu perdana axis, 45 kartu perdana telkomsel, 1 unit mesin cuci merek sharp dan 1 unit kompor gas merek rinnai.[*]