Polres Polman Gagalkan Perdagangan Orang Tujuan Malaysia

Perdagangan Orang
Ilustrasi

Kepolisian Resort (Polres) Polewali Mandar (Polman) menggagalkan tindak pidanan perdagangan orang (TPPO), satu orang diduga pelaku inisial KL diamankan.

Sebanyak 10 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal itu terdiri dari eman orang dewasa dan empat anak dibawah umur yang difasilitasi KL.

Mereka dijemput jajaran personel Reserse Kriminal (Reskrim) yang dibawahi langsung Kasatreskrim Polres Polman Iptu I Gusti Bagus Krisna Wardana di Pelabuhan Parepare, Provinsi Sulsel. Kamis Malam (15/6/2023).

Saat ini, KL akan diperiksa lebih lanjut. Selain itu, 10 orang calon PMI juga menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Polman, Jl Ratulangi, Jumat (16/6/2023).

Kapolres Polman, AKBP Agung Budi Leksono, mengatakan, awalnya mendapat informasi dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulsel.

“Bahwa ada warga Polman, 10 orang yang telah diamankan di Polres Nunukan, diduga pekerja migran ilegal,” terang Agung Budi Leksono saat ditemui di ruangannya.

Satreskrim Polres Polman saat ini masih menyelidiki lebih lanjut kasus ini. Dengan memeriksa enam warga yang sudah dewasa tersebut diduga hendak menyebrang ke Malaysia.

“Warga inisial KL ini yang diduga kuat menfasilitasi 10 orang ini, diduga kuat menjadi pengurus,” lanjutnya.

Warga inisial KL ini pun diamankan polisi lantaran diduga kuat menfasilitasi keberangkatan 10 calon PMI tersebut.

Agung Budi menambahkan 10 warga Polman ini tidak memiliki paspor resmi atau surat ijin untuk melintas.

Bahkan sudah sempat menyeberang ke Malaysia selama satu minggu dan akhirnya dideportasi.

Untuk terduga yang memfasilitasi yakni inisial KL akan diperiksa lebih lanjut mengenai perannya itu.[*]