Polres Polman Sediakan Kopi Para Pendemo Tolak UU Cipta Kerja

Salah satu Personil Kepolisian sedang memberikan Kopi kepada massa aksi
Salah satu Personil Kepolisian sedang memberikan Kopi kepada massa aksi saat demo tolak UU Cipta Kerja sedang berlangsung ditenga hujan deras

PaTTaE.com – POLMAN | Saat aksi tolak UU Cipta berlangsung di depan Kantor DPRD Polman. Polres Polman sediakan kopi untuk massa aksi, Jumat 9/10/2020.

Kepolisan Resor (Polres) Polewali Mandar terlihat dalam keadaan hujan lebat, mereka tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Termos berisi Kopi yang disediakan pihak kepolisian. Sontak di respon para massa aksi yang sudah kedinginan akibat hujan deras saat melakukan unjuk rasa.

Ditengah situasi hujan deras dan kedinginan, Massa aksi tak membuang-buang kesempatan menyerbu kopi dari pihak kepolisian tersebut.

Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono mengatakan, kami menyiapkan kopi membawakan termos, apalagi para massa aksi diguyur hujan dalam waktu yang cukup lama.

“kami tidak melihat itu siapa dan siapa! Kita sama-sama manusia, ” tuturnya

Ucapan terimakasih juga dilontarkan Polres Polman AKBP Ardi Sutriono karena dalam aksi tersebut, tidak ada tindakan anarkis. Meski teriak-teriak karena semangat menyuarakan penolakan Omnibus Law tapi masih dalam batas wajar.

Pihak Polres Polman menurunkan 250 personil untuk saat aksi tolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law mulai digelar di daerah Polman.

Pada aksi kali ini, pihak kepolisian juga mengalihkan arus lalu lintas di sepanjang jalan Andi Depu Polewali. Hal ini dilakukan, sebab kedua kelompok massa aksi di depan kantor DPRD Polman melakukan blokade jalan saat hujan deras.

Kapolres Polman terlihat memimpin shalat berjamaah bersama para demonstran dan anggota DPRD Polman

Selain itu, Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono bersama Wakil Ketua II DPRD dan anggota dewan lainnya serta para massa aksi melakukan shalat Maghrib berjamaah di ruang rapat paripurna DPRD Polman.

Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Polewali Mandar, dilakukan dua kelompok mahasiswa dan masyarakat, di depan kantor DPRD Polman.

Kedua kelompok demo tersebut sama-sama menyuarakan UU Cipta Kerja segera dicabut. Mereka mendesak DPRD Polman menandatangani surat pernyataan menolak secara keseluruhan isi UU Cipta Kerja yang di anggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat.[*]