Proses Belajar Tatap Muka di Sulbar Kini Sudah Bisa dilaksanakan

Proses belajar tatap muka
Kepala dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat

Sulawesi Barat termasuk 14 Provinsi yang diberikan izin Kementerian Pendidikan RI untuk melaksanakan proses belajar-mengajar secara tatap muka tingkat SMA/SMK.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar Prof Gufran Darma Dirawan setelah mengikuti meresmikan bangunan SMK YPPP Wonomulyo, Senin (7/6/2021).

Izin dari Kemendikmud RI, kata Prof Gufran, diberikan sejak Maret 2021. Namun pihak pemerintah dan sekolah masih berhati-hati karena harus melakukan persiapan matang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sebelum tatap muka, pelaksanaan simulasi belajar tatap muka untuk SMA/SMK sudah dilakukan. Satu kelas dibatasi hanya 18 orang dengan jarak kursi di susun sesuai protokol kesehatan. Penyediaan cuci tangan, dan alat cek suhu tentu tetap disediakan.

Walaupun demikian, batas waktu belajar tatap muka tetap diatur dengan maksimal waktu 25 sampai 30 menit dalam satu mata pelajaran dan dibagi menjadi 2 shift.

Kepala Sekolah SMK YPPP Wonomulyo Muhammad Thalib mengaku telah melakukan simulasi tatap muka dan belajar tatap muka sesuai arahan Mendikbud RI.

Begitu juga dengan pernyataan SMAN 1 Wonomulyo. Pihaknya juga mengaku telah siap melaksanakan proses belajar tatap muka dengan semua persiapan protokol kesehatan.

Meski demikian, apabila orang tua siswa belum setuju. Anaknya bisa belajar melalui metode Daring (Dalam Jaringan). Karena sebelumnya, Pihak Sekolah telah melakukan koordinasi ke Orang tua siswa siapa yang setuju dan siapa yang tidak setuju.

“Orang tua yang sudah menandatangani surat itu berarti sudah sepakat adanya proses belajar tatap muka, sedangkan yang belum bertanda tangan itu tidak menyetujui sehingga anaknya tetap belajar dalam jaringan,” ucap Kepala sekolah SMAN 1 Wonomulyo Muhammad Hatta.