Proyek Jalan Pertanian Diduga “Asal-asalan”, Berikut Penjelasan Distanpan Polman

Proyek Jalan Pertanian
Foto pengecekan hasil Proyek pembangunan Jalan Produksi Pertanian, Rabu (15/9/2021

Proyek pembangunan Jalan Produksi Pertanian Desa Jambua Malea Kecamatan Tapango, diduga dikerjakan “asal-asalan” oleh tim Pemantau Keuangan Negara (PKN) Polewali Mandar.

Seperti yang diberitakan, Pihak PKN Polman menduga pelaksanaan proyek tersebut, dikerjakan asal-asalan, karena tidak mengikuti Petunjuk Teknis atau Juknis. Sehingga, menghasilkan bangunan yang mudah rapuh.

Mengetahui hal itu, Pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Muhammad Yunus, langsung mengecek lokasi proyek yang diduga asal-asalan tersebut pada, Rabu (15/9/2021).

Pengecekan Kabid PSP Distanpan Polman dilakukan bersama Ketua Tim PKN Polman dan Konsultan proyek, dan fasilitator. Serta Ketua Kelompok Tani Temmalilu selaku penanggung jawab jalannya pembangunan.

Dari hasil pengecekan itu, Yunus mengungkapkan, dugaan pihak PKN Polman tidaklah sepenuhnya benar. Hasil bangunannya pun, menurutnya, sudah sesuai Juknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 247 Juta lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021.

Pertemuan sebelum dilakukan pengerjaan pun, lanjut Yunus menjelaskan, dilakukan secara rutin, guna memastikan proyek jalan tersebut dikerjakan sesuai harapan.

Selain itu, Poktan (Kelompok Tani) sebagai pihak yang akan mengerjakan proyek, juga telah diberi arahan dan pemahaman langsung dari pihak Konsultan sebagai yang kompoten pada dibidangnya.

“Saya selalu mau Kualitas, karena saya tau juga yang namanya aturan. Sebelum dikerja ini, kita lakukan 3 kali pertemuan untuk mempermantap gambar dan yang menjelaskan semua itu adalah konsultan,” ungkapnya

Terkait kualitas, Yunus menjelaskan, saat ruas jalan hasil pembangunan itu dihantam banjir di Tapango beberapa waktu lalu. Nampak tidak mempengaruhi kualitas. Hal itu menandakan, hasil proyek Jalan Produksi Pertanian, tidak lah asal-asalan.

“Waktu banjir kemarin itu semua lokasi disini terendam, dan Alhamdulillah setelah airnya surut itu tidak mempengaruhi proyek pembangunan Jalan Produksi padahal tinggi air baru derasnya hujan itu,” ungkap Yunus.

Meskipun demikian, apabila hasil proyek tersebut masih dianggap terdapat kekurangan atau butuh diperbaiki, pihaknya siap untuk segera melakukan perbaikan.[*]