Refleksi Sumpah Pemuda, FPPI Polman: Stop Alih Fungsi Lahan Pertanian

Refleksi Sumpah Pemuda
Aksi Teatrikal pemuda

Sekelompok pemuda dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) pimpinan Kabupaten Polewali Mandar menggelar refleksi sumpah pemuda 28 Oktober, dengan melakukan  aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Polman, Kamis (28/10).

Pertemuan pemuda Indonesia dari berbagai daerah pada 28 Oktober 1928 menjadi kunci sejarah peringatan hari Sumpah Pemuda. Dari pertemuan itu, para pemuda berikrar sumpah pemuda yang kini diperingati setiap tahunnya.

Sumpah pemuda tidak lahir begitu saja dengan mudah, ucap Irfan dalam orasinya, ada sebuah sejarah panjang menyatukan para pemuda Indonesia. Para pemuda kala itu, membentuk suatu persatuan dalam merawat kesadaran nasionalisme untuk terlepas dari penjajahan kolonialisme dan imperialisme global.

“Maka melalui Aksi demonstrasi yang kami laksanakan ini, akan lebih mempertegas gerakan pemuda di era sekarang ini, bahwasanya kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari perjuangan parah pemuda, sesuai dengan catatan sejarah yang telah di ikrar kan sebelumnya,” ucap Korlap aksi repleksi sumpah pemuda itu.

Lanjutnya berorasi, dengan kondisi sekarang ini, birokrasi Negara belum menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (3). Dimana dalam pasal tersebut menyebutkan, bumi, air, udara dan kekeyaaan alam lainnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kenyataan, pemerintah justru tidak hadir untuk mengimplementasikan amanat undang-undang tersebut. Malah di sektor pertanian justru mengalami ketimpangan, dan ketidakstabilan ekonomi.

Terkhusus dikabupaten Polewali Mandar sejak tahun 2018 mengalami penyempitan lahan Pertanian 100 Ha/Tahun, juga hasil panen sejak 2018 mengalami penurunan dari 386 ribu ton merosot ke angka 209 ton ditahun 2019. Mereka anggap, hal ini merupakan dampak dari alih fungsi lahan pertanian yang terus terjadi dan pemerintah tidak mampu menghentikan hal tersebut.

Jika ini terus menerus terjadi justru akan mengundang konflik-konflik horizontal di kalangan masyarakat akibat alih fungsi lahan yang terus terjadi. Bahkan Polman sendiri telah di canangkan sebagai wilayah penyandang swasembada pangan.

Tuntutan Aksi Refleksi Sumpah Pemuda

Refleksi Sumpah Pemuda
Aksi memperingati hari Sumpah Pemuda di Polewali Mandar

Ada empat tuntutan yang menjadi titik penekanan kami;

  1. Tolak imperialisme
  2. Tolak investasi asing
  3. Stop alih fungsi lahan pertanian dan
  4. Pemerintah harus mempertegas UUD No 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian.

Harapan mereka dari beberapa point yang menjadi tuntutan FPPI Kabupaten Polman. Mampu dipahami dan direfleksikan pemerintah, untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Massa aksi juga melakukan pertunjukan Teatrikal terkait petani yang sengsara dan terintimidasi yang diakibatkan penguasa.

Setelah pertunjukan, Legislator fraksi PKB Nurdin Tahir menemui para massa Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) pimpinan Kota Polewali Mandar dan dialog pun terjadi.[*]