Relokasi Tak Sesuai Harapan Pedagang, Pasar Rakyat Luyo Sepi Pembeli

Pasar Rakyat Luyo
Mirisnya situasi Pasar Rakyat Luyo, sepi pembeli. Rabu (9/3/2022). Foto: Sulfa Raeni/pattae.com

Puluhan pedagang panyingkul (persimpangan) jalan poros Luyo dan Tutar yang telah di relokasi, angkat suara. Mereka kecewa lantaran area jualan mereka yang baru yaitu di Pasar Rakyat Luyo, sepi pembeli.    

Prihatin akan hal itu, Rahma yang katanya mewakili suara para pedagang mengatakan, relokasi yang dilakukan pemerintah setempat, justru malah merugikan para pedagang.

“Inilah keluhan kita Nda ada orang (pembeli). Hampir semua orang (pedagang) masuk semua mi ke rumahnya menjual yang ada rumahnya. Bahkan, banyak mani penjual baru bermunculan yang ada dijalan poros rumahnya,” kata Rahma, mewakili suara para pedagang pasar Rakyat Luyo yang telah direlokasi, Rabu (9/3/2022).

Rahma, saat ditemui di lapak jualannya, mengaku sudah hampir setahun omzet penjualannya sangat minim setelah dipindahkan ke Pasar Rakyat Luyo dengan alasan mengganggu ketertiban umum.

Namun, kebijakan pemerintah setempat merelokasi para pedagang, kata Rahma, tidak dilakukan secara serius. Justru, banyak pedagang baru di jalan poros Luyo-Tutar kini kembali ramai.

Ia pun berharap, pemerintah mendengarkan keluhan mereka dan dikembalikan ke lokasi sebelumnya yaitu, berdagang di pinggir jalan Poros Luyo-Tutar.

“Yah, kalau bisa kita kembali saja ditempat semula, dipinggir jalan. Karena banyak orang singgah membeli,” pintanya.

Bila Pemerintah tak mampu menyanggupi itu, lanjut Rahma menyampaikan, setidaknya, ada prilaku adil dari pemerintah setempat. Dimana, pedagang baru yang kembali bermunculan di jalan poros Luyo-Tutar, juga ikut di pindahkan ke lokasi pasar.

“Saya dan pedagang yang ada disini tidak bermaksud menyinggung para pedagang yang ada di Panyingkul. Namun, yang paling penting bagi kami, aturan ini harus di jalankan dengan baik, adil, dan tegas,” tutur Rahma.

Hal serupa juga disampaikan H. Latief, salah satu pedagang ikan yang juga merasakan hal yang sama dengan Rahma.

Terkait polemik tersebut, Latief, mengaku pernah berkomunikasi dengan Camat Luyo menyampaikan keluhan para pedagang. Namun hal itu, kata dia, tak mendapat tanggapan dari pemerintah Kecamatan.

“Saya sendiri masuk ke Pak Camat dengan ketua BPD dua bulan lalu tapi, tidak ditanggapi. Katanya, nanti penjual dipinggir jalan diinstruksikan kembali masuk pasar. Sampai sekarang, tidak ada ji yang kembali. Sedangkan dulu kita dilarang keras menjual dipinggir jalan,” imbuhnya.

Keluhan Warga, Pasar Rakyat Luyo Sepi Pembeli

Sementara itu, Moh Jumadil, mantan Camat Luyo yang mengeluarkan kebijakan relokasi para pedagang pinggir jalan poros Luyo-Tutar kini menjabat sebagai Kabag Humas Pemkab Polman.

Setelah di konfirmasi terkait curhatan para pedagang yang telah ia relokasi setahun yang lalu. Jumadil menjelaskan, hal itu sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Meski demikian, dirinya mengaku akan melakukan kroscek dan monitoring untuk memastikan informasi lengkap. Bila demkian adanya, Jumadil akan berkoordinasi dengan Camat Luyo baru untuk menindaklanjuti hal itu.[*]