Rikolto Indonesia Dorong Anak Muda Polman Pada Usaha Berbasis Digital di Sektor Pertanian

Usaha Berbasis Digital
Diskusi Usaha Berbasis Digital di Sektor Pertanian

Rikolto Indonesia bersama ASEAN Foundation, Maybank Foundation, dan Koperasi Mitra Agribisnis Mandiri, mengadakan diskusi dan media gathering terkait proyek kerja sama peningkatan kapasitas anak muda dalam kewirausahaan dan teknologi digital di sektor pertanian. di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (23/10/2021).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Polewali Mandar HM. Natsir Rahmat, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman Hassani, Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Barat Ajbar Abdul Kadir, dan Kepala Dinas Komunikasi & Informatika Polman I Nengah Tri Sumadana.

Diketahui, 10 anak muda Koperasi Mitra Agribisnis Mandiri yang terpilih untuk mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT), di mana mereka mengikuti pelatihan intens di tanggal 11 – 22 Oktober 2021 untuk mengembangkan teknologi digital yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas biji kakao. dari 10 kader terpilih tersebut kemudian akan melatih empat anak muda lainnya, sehingga menghasilkan 50 petani muda dengan semangat kewirausahaan, kreatifitas, dan pengetahuan dasar mengenai pertanian digital.

Keterlibatan perempuan juga menjadi hal yang terus didorong oleh Rikolto dan ASEAN Foundation. Oleh sebab itu, dari total 50 petani muda, 20 diantaranya merupakan peserta perempuan.

Head of Programme Rikolto Indonesia Nonie Kaban menyebutkan Rikolto terpilih untuk menjalankan proyek bertajuk “Pertanian dan Kewirausahaan Berbasis Digital untuk Mendukung Keterlibatan Anak Muda di Sektor Pertanian”.

Lanjut, Nonie menjelaskan Rikolto merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat asal Belgia dengan pengalaman kerja lebih dari 40 tahun meningkatkan kesejahteraan petani melalui budidaya berkelanjutan, bermitra dengan Koperasi Kakao Mitra Agribisnis Mandiri (MAM) yang berlokasi di Polewali Mandar, untuk memperkenalkan dan mengembangkan kapasitas anak muda MAM dalam mengintegrasikan teknologi digital ke pertanian dan bisnis kakao.

Melalui Program itu, perempuan berkacamata itu dengan sapaan mba Nonie menyampaikan Regenerasi petani sangat penting mengingat tenaga kerja pertanian yang saat ini banyak didominasi oleh petani usia lanjut. Keterlibatan anak muda juga menjadi kunci terhadap adaptasi dan inovasi teknologi pertanian yang semakin maju.

“Dengan partisipasi anak muda, budidaya pertanian yang baik dan ramah lingkungan, serta peningkatan produktivitas pertanian juga dapat terus berkelanjutan,” ungkap Nonie.

“Anak muda memiliki potensi yang sangat besar untuk mengadopsi teknologi dan inovasi baru yang dapat meningkatkan produksi dan memberikan nilai tambah di sektor pertanian. Rikolto berupaya mendorong partisipasi anak muda dengan program yang dapat memperkuat kapasitas mereka sehingga mereka bisa terus berkembang,” Tambahnya Nonie Kaban, Head of Programme Rikolto Indonesia.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian & Pangan Polewali Mandar Hassani menegaskan pentingnya mengajak anak muda untuk mengadopsi penggunaan teknologi untuk beradaptasi di era digital 4.0.

“Kita perlu mendorong milenial agar pengelolaan seluruh aspek pertanian seperti kakao dikelola secara modern. Anak muda perlu diperkenalkan bahwa masalah-masalah pertanian itu dapat diselesaikan dengan teknologi. Saya harap anak muda disini yang telah mengikuti pelatihan dari Rikolto dapat berbagi inspirasi dan contoh di masyarakat baik selaku petani atau pebisnis untuk juga memanfaatkan teknologi,” terang Hassani.

Executive Director ASEAN Foundation Dr. Yang Mee Eng mengatakan Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas program eMpowering Youth Across ASEAN (EYAA), sebuah program kolaborasi ASEAN Foundation dan Maybank Foundation, yang bertujuan mendukung generasi muda di ASEAN untuk membawa solusi-solusi inovatif terhadap isu sosial dan lingkungan yang dihadapi komunitas di seluruh negara ASEAN.

“Kami ingin meningkatkan semangat partisipasi generasi muda di pertanian dengan teknologi. Anak muda adalah pemimpin masa depan ASEA dan kami ingin mendorong mereka untuk terlibat aktif melakukan transformasi di sektor pertanian sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan di komunitas,” Dr. Yang Mee Eng, Executive Director ASEAN Foundation.

Lebih jauh ia menerangkan, November mendatang, kader yang telah mengikuti pelatihan juga akan mencoba langsung prototipe teknologi sensor yang sudah dikembangkan di perkebunan kakao. Selain itu, akan diikuti juga dengan pelatihan pemasaran digital bersama fasilitator dan relawan muda ASEAN terkait proses dan strategi pemasaran produk secara digital.