Robot dan Kecerdasan Buatan Akan Menggeser Peran Manusia

Robot dan Kecerdasan buatan akan menggeser peran manusia di pasar tenaga kerja
Robot dan Kecerdasan buatan akan menggeser peran manusia di pasar tenaga kerja. Gambar diambil dari zenius.net

Teknologi | Mesin Robot dan Kecerdasan Buatan terus mengalami perkembangan dengan sangat cepat. Hal itu sangat mempengaruhi sistem produksi di dunia industri dan mempengaruhi pasar tenaga kerja. Bukan hanya itu, perkembangan tersebut juga merambah pada pekerjaan administrasi.

Beberapa bulan lalu, mencuat isu akan ada pemangkasan struktur bagi para Aparatus Sipil Negara (ASN) untuk jabatan eselon III dan IV di berbagai bidang. Perampingan struktur tersebut akan di ganti dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),guna mengatur administrasi negara.

Dikutip dari katadata.co.id, alasan pemerintah melakukan hal tersebut disebabkan lambannya proses birokrasi, dan cenderung berbelit-belit dalam hal pengambilan keputusan. “Kami putuskan (ASN eselon III dan IV) diganti dengan AI,” kata Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Kompas 100 Forum 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/11).

Bukan hanya itu, di berbagai sektor tenaga kerja lainnya pun akan mengalami pergeseran, dari manusia ke pemanfaatan teknologi robotika industri. Konsep tersebut digadang-gadang banyak peneliti, akan banyak ditemui di negara-negara berkembang seperti indonesia tahun 2030 mendatang. 

Dari Manusia ke Robot dan Kecerdasan Buatan

Ramainya penggunaan teknologi otomasi robot dan kecerdasan buatan, ditandai dengan adanya revolusi industri 4.0 di berbagai negara. Hal ini menjadi sesuatu yang patut untuk diperbincangkan. Terutama pada ketergantungan terhadap teknologi serba canggih, yang mengurangi peran manusia.

Berbagai survei menjelaskan tentang teknologi otomasi tersebut yang akan menghilangkan sebagain besar peran manusia. Namun, dilain sisi menciptakan lapangan pekerjaan baru.

International Labour Organization (ILO) dan MCKINSEY, dikutip dari sumber yang sama, menjelaskan tentang kemampuan manusia yang akan tergantikan dengan mesin dan teknologi informasi. Pekerjaan yang akan tukarkan nantinya dengan Robot dan Kecerdasan Buatan, berupa; pekerjaan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Birokrasi Pengambil keputusan, interaksi dengan stakeholder, pengumpulan dan pengolahan data.

Selain itu, baik pekerjaan fisik tidak terprediksi seperti para teknisi, instalator mesin, dan transfortasi pembersih gedung, maupun yang terprediksi seperti buruh pabrik, akan lebih banyak tergantikan nantinya. 

Dari data tersebut, untuk pekerjaan Manajemen SDM, pergeseran ke penggunaan Robot dan kecerdasan buatan sebanyak 6%, untuk Birokrasi 18%, interaksi Stakeholder 20%.  Pada pekerjaan pengumpulan dan pengolahan data perubahan terjadi sebanyak 64-69 persen.

Pekerjaan fisik tak terprediksi akan tergantikan sebanyak 25% ke penggunaan mesin. Sedangkan pekerjaan sebagai buruh pabrik akan di substitusi mesin otomasi sebesar 78 persen.    

Dampak yang akan di hasilkan dari pergantian tersebut terhadap pasar tenaga kerja, masih dari sumber yang sama mengungkap, akan memangkas 9 juta jenis pekerjaan manusia. Namun, di lain sisi menciptakan 24 juta pekerjaan baru. [pattae.com]

Penulis: Bustamin TaTo*
Source: Katadata.co.id*

warga majene pantau gerhana matahari di halaman Masjid Ilaikal Mashir, Majene, Sulbar
Gerhana Matahari Muncul, Warga Majene Berkumpul di Ilaikal Mashir