Rumahnya Terbakar Tak Tersisa, Kakek di Sulewatang Butuh Uluran Tangan

Butuh Uluran tangan
Ridwan, seorang Kakek warga Lingkungan Tirondo, Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali yang harus bertahan hidup di tengah kesulitan ekonomi dan musibah kebakaran

Ridwan (70), seorang Kakek warga Lingkungan Tirondo, Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Harus tinggal di gubuk tak layak huni pasca rumah nya kebakaran pada, Sabtu (22/10/2022) bulan lalu.

Butuh uluran tangan (bantuan), si Kakek kini tinggal di tempat ia membuat gula aren dengan beratapkan terpal bekas. Berdinding seng sisa kebakaran, dan hanya beralaskan papan bekas berukuran kurang lebih 2 x 2 meter persegi.  

Beberapa hari setelah rumahnya kebakaran, sempat ada sekelompok pemuda dan relawan berkunjung ke tempat Kakek tinggal. Mereka membawa sejumlah bantuan yang di kumpulkan dari sumbangan masyarakat.

Kakek yang akrab disapa Papa’ Lati’ pun bercerita kepada para pemuda tersebut bahwa, setelah rumahnya rata dengan dilahap api. Ia juga mengaku, pernah tidak makan dan tidur karena kelaparan.

Tinggal di gubuk sendirian, kedinginan dan menahan rasa lapar, ia lalui setiap saat. Sesekali hanya bisa makan buah pisang yang ada disekitar tempat tinggalnya.  

Untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari ia membuat gula aren yang telah di gelutinya sejak lama. Ia hanya bisa memproduksi gula aren paling banyak 4 bungkus dan di jual kepasar terdekat.

Ridwan mengaku, pasca rumah nya mengalami kebakaran, tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Hanya Kepala lingkungan dan ada beberapa toko agama toko pemuda yang ada di wilayah tersebut, sempat berkunjung dan foto lokasi kejadian dan melaporkan ke Lurah Setempat.

Saat ini, di tengah musibah yang ia alami, sangat berharap ada uluran tangan (berupa bantuan) dari pemerintah setempat.

Foto Pak Ridwan di Tempat Tinggalnya Pasca Kebakaran

Adapun kronologi kebakaran yang menimpa Kakek sebatang kara tersebut, bermula saat ia berada di lokasi tempatnya membuat gulan aren.

Beberapa jam kemudian, ia pun melihat kobaran api yang besar yang melahap rumahnya. Sontak pun Kakek berlari mendekati sumber api dan benar, kobaran api membakar se-isi rumahnya.

Ia hanya bisa pasrah melihat si jago merah melahap habis rumah dan isinya dengan tak tersisa. Sampai saat ini, belum di ketahui pasti penyebab dari kebakaran tersebut.[*]