Salah Paham Tentang “New Normal” Jadi Alasan Covid-19 di Polman Meningkat

Salah Paham New Normal
Gambar Covid-19 dan New Normal

PaTTaE.com – POLMAN | Banyaknya masyarakat dan kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) salah paham dengan penerapan New Normal di Polewali Mandar. Menjadi alasan Bupati Polman adanya peningkatan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar.

Hal itu disampaikan saat ditemu setelah memantau persiapan upacara 17 Agustus. Kata Bupati Polman banyak kalangan ASN salah paham mengenai New Normal, dengan bepergian keluar daerah serta berwisata, dimana masa pandemi belum berakhir.

“Banyak yang salah paham termasuk teman-teman ASN dengan adanya new normal. Dikiranya new normal sudah normal betul” tuturnya. “Inilah yang pulang kenna semua, akhirnya kita langsung meledak (kasus Covid) lagi di Polewali Mandar,” lanjutnya.

Mengenai hal itu, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar atau AIM mempertimbangkan akan memberlakukan kembali pembatasan pergerakan dan penutupan pasar di Polewali Mandar.

“Mungkin saya akan lakukan Lockdown lagi kembali dan pasar akan saya tutup lagi kembali. Tapi tergantung rapatnya setelah upacara (17 Agustus) Senin,” uangkap AIM, Rabu 11/8/2020.

Selain itu, AIM juga menyinggung soal izin pesta pernikahan yang kini sudah marak kembali dilaksanaman tanpa menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Tidak ketatnya izin-izin perkawinan, maunya ini kan dilarang dulu tidak mengeluarkan dulu, dengan meningkatanya ini (Covid-19)”. tuturnya

Untuk itu, Bupati menegaskan kepada bagian pengamanan untuk tidak mengeluarkan izin pesta pernikahan yang dilakukan secara besar-besaran dengan tidak menerapkan protokoler kesahatan penanganan Covid-19.

“Sekarang, begitu terbuka. Hampir undangan saya itu saja hampir 10 (undangan pernikahan) satu hari.” Tambahnya

Melihat semua itu, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam waktu dekat akan melakukan rapat Koordinasi dengan mengundang Kapolres Polman dan Dandim 1402 Polmas. Membicarakan terkait penerapan kembali pembatasan skala besar aktivitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Polewali Mandar.[*]