Sapi Ternak di Polman Diserang Virus Jembrana, 2.000 Vaksin Disiapkan

Sapi ternak mati terserang virus jembrana
Sapi ternak mati terserang virus jembrana

Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polman Bidang Peternakan mencatat. Angka kematian hewan ternak sapi terus bertambah hingga mencapai 234 ekor. Terhitung mulai Agustus 2022 sampai saat ini Februari 2023.

Kepala Bidang Peternakan Distanpan Polman Kaharuddin, mengatakan, kasus kematian hewan ternak sapi di Polman disebabkan virus Jembrana.

Seperti yang terjadi di Dusun Kurra Desa Kurma Kecamatan Mapilli (14/2) Kemarin. Ada 10 ekor sapi milik peternak mati akibat tertular virus Jembrana.

“Meskipun virus Jembrana itu tak menular ke manusia. Namun dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak,” ungkap Kaharuddin.

Sebelumnya, Bidang Peternakan Polman telah menghimbau kepada para peternak sapi untuk tidak membeli sapi dari Mamuju, dan Pasangkayu. Daerah virus Jembrana berasal.

Namun nyatanya, masih ada peternak tak menghiraukan imbauan. Bahkan terdapat dari beberapa peternak membeli sapi dengan harga 10 juta dari daerah sumber virus mematikan tersebut berasal.

“Saat ini kita juga perketat chek poin di Desa Rea, Kecamatan Binuang, upaya menekan penyebaran virus Jembrana. Sementara dari arah bawah Mamuju itu tetap masuk sapinya dan di situlah mulai merebak virus tersebut,” ujarnya.

Saat ini, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Polman dalam menekan penyebaran virus jembrana, telah menyiapkan 2.000 dosis vaksin Jembrana untuk 1.000 lebih hewan ternak sapi.

Upaya lain pemerintah, yaitu memberikan himbauan kepada para peternak untuk mengenali ciri-ciri sapi bila terjangkit virus Jembrana.

Penyebaran virus Jembrana tersebut, dapat lewat gigitan serangga penghisap darah seperti caplak. Dan menular jika dalam satu kandang terdapat lebih dari satu sapi yang sudah terinfeksi.

“Jika menemukan ciri dan gejala tersebut, harus segera melapor ke petugas dokter hewan setempat,” himbuhnya.[*]